Peliput :Alyakin
PASARWAJO, BP – Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Kabupaten Buton untuk triwulan ke Dua dan Tiga terancam hangus. Pasalnya anggaran DAK untuk triwulan pertama, Dinas Kesehatan belum mengambil anggarannya di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Kepala BPKAD Asimu, saat dikonfirmasi Baubau Post, Senin (07/08) mengatakan, pihaknya belum dapat mencairkan anggaran DAK itu, apabila
Dinas Kesehatan belum menyetor dokumen kontraknya. “Anggaran belum bisa dicairkan karena belum ada dokumen kontrak,” jelasnya.
Lanjutnya, apa bila Dinas Kesehatan tidak mengambil anggaran DAK secepatnya, maka anggaran DAK untuk triwulan ke dua dan tiga akan hangus, dikarenakan dari pusat tidak akan mengirimkankan anggaran apa bila tidak memiliki kegiatan.
“Jadi kalau tidak diambil secepatnya, maka anggaran DAK pada triwulan dua dan tiga akan hangus karena ini sudah memasuki triwulan dua,” tuturnya.
Hal tersebut merupakan kesalahan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, sebab belum meminta dan mengambil anggaran tersebut. “Masalahnya ini ada pada mereka sementara anggaran DAK sudah masuk,” pungkasnya
Ditempat berbeda, Kasubit Belanja BPKD Muh Ikhsan Syukuri mengatakan, anggaran DAK sudah masuk di Kas daerah sejak april 2017. Sedangkan untuk pengambilan terakhir pada 31 Agustus 2017
“Anggarannya sudah bisa diambil asal syarat dokumen sudah lengkap dan khusus Dinas Kesehatan memang terlambat karena Dinas lain sudah selesai. Sedangkan untuk anggaran Dinas Kesehatan sebesar Rp 7.516.000.000,” kata Ikhsan
Untuk proses pencairan DAK khusus Dinas Kesehatan, dokumennya harus sudah diversifikasi dan sudah dinyatakan lengkap maka anggaran sudah bisa dicairkan. “Syarat utama didalam dokumen ada Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Permintaan Pembayaran (SPP) , dan kelengkapan pendukung lainnya,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya sudah mengirim surat dan penyampaian secara lisan kepada pihak Dinas Kesehatan, namun tidak ada respon. “Kita sudah menyampaikan lewat surat satu kali dan penyampaian secara lisan berkali-kali, namun sampai sekarang belum ada respon,” tutupnya.

