Site icon BAUBAUPOST.COM

Ribuan Warga Butur Ikut Defile Awali Perayaan Lomba HUT RI

F.3.2 Kontingen SKPD lingkup Pemda Butur meriahkan devile HUT RI RI ke 72 di Lapangan Raja Jin

Kontingen SKPD lingkup Pemda Butur meriahkan devile HUT RI RI ke-72 di Lapangan Raja Jin

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Ribuan peserta pawai atau devile mengawali kegiatan lomba yang bakal digelar di Kabupaten Butpn Utara (Butur) dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Pawai tersebut mengambil star di lapangan Raja Jin Kulisusu, mengintari beberapa kilometer jalan raya, dan finish juga ditempat yang sama.

Ribuan masyarakat di daerah setempat antusias mengikuti acara defile atau pawai tersebut. Melibatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah, satuan pendidikan, perwakilam kecamatan, kelurahan dan desa.

Bupati Butur, Abu Hasan saat membuka langsung devile ity mengatakan, perayaan HUT RI tahun ini dimeriahkan dengan lomba-lomba seni dan permainan tradisional.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan itu, diharapkan dapat memupuk kembali nilai-nilai nasionalisme, nilai budaya, nilai sportivitas, nilai toleransi, dan solidaritas yang mulai hilang dalam jiwa generasi penerus bangsa.

“Berbagai kegiatan yang diselenggarakan, tujuannya untuk memupuk jiwa nasionalisme yang mulai tergerus. Jika merefleksi kembali, negeri ini merdeka dari jiwa nasionalisme para pejuang,” katanya.

Olehnya itu, tambah dia kewajiban semua warga negara untuk selalu mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yag positif.

Berkaitan dengan kebudayaan, yang turut serta diperlombakan, jelasnya tentu harus selalu dilestarikan agar tak dimakan dengan zaman.

“Itu juga merupakan tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melestarikan budaya baik seni maupun permainan tradisional. Olehya itu, dalam perayaan HUT RI diselenggarakan lomba bernuansa kebudayaan,” ujarnya.

Oran nomor satu di Butur ini meminta, peserta lomba menjaga solidaritas dan sportivitas. Seberapa besar ambisi untuk memenangkan pertandingan, tergantung sportivitas dan solidaritas yang dimiliki para peserta maupun juri yang terlibat di dalamnya.

Jika tak ada solidaritas sosial, sambung dia sportivitas juga akan hilang. Maka akan hilang hubungan silahturahmi.

“Kalau itu terjadi, maka akan hilang segala-galanya. Olehnya itu, mari kita menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai budaya, nilai-nilai sportivitas, nilai-nilai toleransi,” harapnya (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version