Peliput : Amirul
BATAUGA, BP – Anggota DPRD Buton Selatan La Hijira menilai eksekutif lemah berkomunikasi dengan legislatif dalam upaya memperjuangankan program-program daerah ketingkat pusat, sementara potensi daerah untuk mendapatkan talangan dana dari pusat cukup besar.
Diungkapnnya, dia sering berulang kali menyampaikan SKPD, terkait dengan program-program yang kaitannya dengan pusat agar dapat dihubungi , sesuai dengan komisi di DPRD, sehingga program-program daerah itu bisa dibackup.
“Insya Allah bisa, pusat juga dapat melihat itu bahwa Buton Selatan (Busel) komunikasi antara eksekutif dan legislatif bagus, tidak seperti sekarang lemah,”tegas La Hijira didalam acara Musrembang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dihadiri SKPD, pemateri dari pusat, tokoh masyarakat di gedung Lamaindo, beberapa waktu lalu
Lanjutnya, sebagian besar program-program SKPD tidak memiliki data base yang memadai, sehingga pusat enggan memberikan bantuan ke daerah. Menurutnya, apa bila program tidak berbasis data, maka itu hanya omong kosong dan ini terjadi disemua SKPD.
“Jadi yang paling penting adalah bagaimana meyakinkan pusat dengan program berbasis data, karena daerah tidak punya uang cukup untuk membangun daerah ini maka dibutuhkan SKPD yang proaktif,” ucapnya
Namun untuk menutupi kekurangan itu, Ia mengapresiasi inisiatif Bupati Busel Agus Feisal Hidayat, yang telah melakukan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian serta implementasi dalam menunjang pembangunan Buton Selatan.
“Kemarin Bupati telah mengambil langka positif dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Gajah Mada, tetapi ini bukan hanya sekedar perjanjian tetapi realisasi terutama dalam mendukung daerah, kaitannya untuk kesejahteraan, kemandirian kita serta bermartabat,” tuturnya
Langkah Bupati saat ini, bagaimana potensi Buselbisa dieksplor misalnya dilakukan penelitian-penelitian yang baik berbasis data, dalam bidang kebudayaan menggali potensi objek pariwisata misalnya di Batuaga ada makan Gajah mada, maka dilakukan penelitian mengungkap kebenaran, hasilnya berdampak pada kunjungan wisatawan, selain itu melakukan penelitian tentang potensi perikanan dan kelautan berbasis data dan disektor lainnya. “Ini penting untuk kemajuan daerah, karena tanpa data-data yang kongrit potensi yang ada tidak akan termanfaatkan,” ujarnya
Bahkan mencibir Kota Baubau yang telah memperkenalkan Benteng terluas didunia, tetapi tidak memiliki daya tarik yang kuat hingga mendatangkan wisatawan manca negara, maka Busel harus melakukan inovasi-inovasi
“Misalnya Kota Baubau yang memiliki potensi yang luar biasa, benteng terluas didunia, tetapi apa yang terjadi, daya tarik bagi wisatawan manca negara kurang untuk berkunjung,” tukasnya.(*)

