Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Dinas Pertanian Buton (Busel) Selatan di tahun 2017 ini mendapat bantuan satu unit traktor dari Kementerian Pertanian (Kementan) setelah mengajukan proposal bantuan peralatan pertanian
Plt Dinas Pertanian Buton Selatan Muhammad Rais mengatakan satu unit traktor multi guna ini bantuan dari Kementan sebagai peralatan pendukung bantuan program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale). Apalagi Buton Selatan mendapat kouta bantuan Upsus Pajale khususnya bantuan bibit jagung hibrida hingga 1200 hektar. Namun dengan sistem verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), masyarakat petani Buton Selatan hanya menyanggupi 513 hektar
“traktor sudah ada, satu unit hanya belum ada operator yang dapat mengoperasikan secara maksimal traktor multi guna ini. Tetapi dalam dalam waktu dekat kita akan uji coba,” ucap Muhammad Rais
Traktor bantuan Kementan ini, adalah alat pertanian modern pertama ada di wilayah Busel sejak Indonesia merdeka. kemampuan traktor tersebut bukan hanya digunakan untuk mengola lahan pertanian jagung hibdrida tetapi dapat digunakan untuk lahan holtikultura seperti sayur-sayuran. “Jika dioperasikan dilahan rata, satu hingga tiga hektar perhari,” katanya
Dengan hadirnya satu unit traktor di Busel, proses pengolahan lahan pertanian akan cepat berkembang. Artinya investasi masyarakat di bidang pertanian akan semakin meningkat. Mestinya sejak awal mekar Buton Selatan tiga tahun silam, pemerintah Buton Selatan khususnya Dinas Pertanian sudah melakukan langkah strategis dan perencanaan matang, pasalnya potensi wilayah Buton Selatan dalam pengembangan pertanian tiga kecamatan, yakni Batauga, Sampolawa dan Lapandewa cukup menjanjikan
“Tanah kita cukup baik dan luas, potensi pengembangan pertanian misalnya jagung hidrida dan tanaman holtikultura di tiga wilayah itu cukup baik. Jika ini dikelola maka bisa menopang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya
Lanjutnya, jika masyarakat petani dan pemerintah Buton Selatan bersinergi, tentu akan mempercepat laju perekonomian daerah. Misalnya masyarakat memiliki lahan satu hektar dengan ditanami tomat, jika petani ulet maka hasil panen yang melimpah, secara otomatis daerah lain akan kalah harga, karena wilayah Buton Selatan daerah terdekat dengan kota Baubau (*)

