Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Sedikitnya 50 unit perumahan nelayan yang dibangun di Desa Bahari Kecamatan Sampolawa telah tuntas dibangun. Namun hingga saat ini belum bisa diresmikan sekaligus ditempati warga nelayan karena fasilitas infrastruktur pendukung belum rampung
Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Buton Selatan, Baini Ali mengatakan fasilitas infrastruktur pendukung itu yakni
belum tersambungnya jaringan listrik PLN ke perumahan, begitu juga jaringan pipa PDAM serta akses jalan masuk dan keluar perumahan nelayan belum teraspal
“Tinggal menunggu lelang, dua atau tiga bulan kedepan fasilitas infrastruktur pendukung itu sudah selesai dan perumahan nelayan sudah dapat diresmikan Bupati Buton Selatan serta dapat ditempati warga nelayan, ” kata Baini Ali saat ditemu di ruangannya, belum lama ini
Dikatakannya, untuk fasilitas lainnya sudah rampung, seperti sudah terpasangnya jaringan instalasi listrik disetiap rumah, tersedianya fasiltas mobiler lengkap dengan tempat tidur, meja makan dan lainnya.
“Kalau jaringan instalasi pipa air disetiap rumah sudah terpasang, tinggal intalasi pipa dari induk PDAM ke perumahan,” ucapnya
Lanjutnya, bantuan Kementerian PUPR melalui Dirjen Perumahan khusus Kementrian Perumahan merupakan contoh rumah layak huni bahkan diyakini dapat mengurangi pemukiman kumuh, karena pada kondisi realita diperkampungan nelayan identik dengan kekumuhan dan padat
“Kami juga sudah usulkan ke Kementerian, dua wilayah di Busel untuk mendapatkan bantuan ini, yakni Desa Bola, Kecamatan Batauga dan Desa Waindawula, Kecamatan Siompu,” tuturnya
Ditambahkannya, untuk persiapan lahan didua desa tersebut sudah tuntas, tinggal menunggu persetujuan pusat untuk direalisasikan
“Sama dengan di Desa Bahari, di dua desa itu dibangunkan 50 unit rumah layak huni,” tukasnya (*)

