Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPP) Buton Selatan menargetkan dapat 400 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ditahun 2018.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Baini Ali mengatakan kouta BSPS untuk Kabupaten Buton Selatan tahun 2018 sebenarnya hanya 208 unit, namun angka itu terbilang kecil untuk Buton Selatan yang sebagian warganya memiliki rumah tidak layak huni. Untuk itu DPP melakukan lobi baik perintah pusat maupun DPR RI untuk menambah hingga 400 unit.
“Kemarin saya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, mudah-mudahan dari kouta 208 unit menjadi 400 unit,” ucap Baini Ali saat ditemui belum lama ini.
Dikatakannya, program BSPS di Buton Selatan sudah berjalan sejak 2016 lalu. Ditahun 2017 Buton Selatan mendapat kouta hingga 210 unit yang tersebar di Kecamatan Lapandewa.
“Nah tahun ini Pemerintah Pusat memberi sinyal, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya akan dikucurkan ke dua kecamatan yakni Sampolawa dan Batauga,” katanya.
Menurutnya, BSPS hadir ditengah-tengah masyarakat untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tentu ini untuk meningkatkan kualitas rumah yang memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan.
“BSPS ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat tetapi dalam bentuk material, sesuai dengan kebutuhan rumahnya, nilainya Rp 15 juta,” tuturnya
Ditambahkannya, program ini cukup membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni menjadi layak huni setelah mendapat bantuan pusat ini. Ia berharap BSPS untuk Buton Selatan berlanjut ditahun-tahun mendatang dengan kouta lebih besar.
“Kami berharap BSPS untuk Busel ditahun akan datang kouta diperbesar,”tukasnya (*)

