Site icon BAUBAUPOST.COM

Honor PTT Setda Busel “Disunat”

F01.5 Sejumlah PTT Setda Busel hendak pulang dihalaman Kantor Bupati Busel

Sejumlah PTT Setda Busel hendak pulang, dihalaman Kantor Bupati Busel

Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Honor Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bertugas dilingkup Sekretariat Daerah (Setda) Buton Selatan (Busel) antara lain supir, pramusaji dan operator dipotong

Pemotongan ketiga klasifikasi PTT dilingkup Setda Busel tersebut bervariasi antara ratusan ribu hingga puluhan ribu rupiah. Data dari Bagian Umum Setda sesuai DPA, jumlah PTT bertugas sebagi supir 29 orang, pramusaji 55 orang dan operator 30 orang

Salah seorang PTT yang bertugas sebagai supir di Setda Busel yang tidak mau namanya dikorankan mengatakan honor itu telah diterimanya bertriwulan namun tidak sesuai dengan SPJ yang ditandatangi sebesar Rp 800.000 perbulan. Ia hanya menerima Rp 600.000
“Dipotong Rp 200.000 perbulan jadi pertriwulan yang kami terima hanya Rp 1.800.000 yang semestinya Rp 2.400.000,” keluhnya, saat ditemui di kantor Bupati Busel, Rabu (4/4)

Dikatakannya pemotongan itu dilakukan sepihak tanpa diketahui alasannya untuk apa dan ini diberlakukan semua supir yang berjumlah 29 orang
“Semua rata kalau supir dipotong begitu, tetapi ada sebagian teman tidak mau menerimanya karena tidak sesuai,” ucapnya

Berbeda dengan salah seorang pramusaji yang juga tidak mau dikorankan namanya, honornya dipotong Rp 100.000 dari total honornya yang diterima 500.000 perbulan
“Saya terima hanya Rp 1.200.000, mestinya Rp 1.500.000, pertriwulan sekali terima, tetapi ada juga yang dipotong Rp 50.000 perbulan,” katanya

Saat dikonfirmasi tentang pemotongan honor PTT lingkup Setda Busel ke Sekretaris Daerah, La Siambo mengatakan tidak mengetahui hal itu
“Saya belum tahu, tunggu saya konfirmasi dulu, ke Kabag Umum,” kata La Siambo saat ditemui di ruangannya

La Siambo menyuruh stafnya mengecek Kabag Umum diruangannya, dari informasi diketahui ia sedang menghadiri kegiatan di Pantai Jodoh bersama Bupati

Sementara dari staf Kabag Umum yang membagikan honor PTT itu setelah dipanggil oleh Sekda, menuturkan bahwa pemotongan itu dilakukan berdasarkan petunjuk atasannya

“Saya hanya mengikuti petunjuk dari atas pak,’ jawab staf itu dihadapan Sekda

La Siambo menambahkan akan mengkroscek kondisi ini lebih jauh sehingga diketahui kebenarannya
‘Saya akan cek kembali, tetapi jika ini benar adanya, ini tidak baik. Mending uang saya yang keluar dari pada mereka dipotong,” tukasnya. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version