Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buton Selatan (Busel) tahun 2018 di triwulan pertama hanya 10 persen.
Kepala Badan Keuangan Daerah Busel, Muhammad Syafir mengatakan dari nilai APBD Busel senilai Rp 500 miliar lebih, anggaran terserap baru RP 55 miliar. Salah satu penyebabnya serapan anggaran masih 10 persen adalah belanja modal masih dalam tahap proses lelang
“10 persen itu masih belanja rutin, Insya Allah diawal-awal triwulan kedua ini belanja modal sudah berjalan sehingga serapan anggaran meningkat,” ucap Muh. Syafir saat ditemu di BKD, Senin (9/4)
Dikatakannya, Pemkab Busel tidak menargetkan berapa persen serapan anggaran ditriwulan pertama pada Januari-Maret lalu. Namun, ia mengaku jika diakhir triwulan kedua April-Juni mendatang serapan anggaran bisa mencapai diatas 50 persen
“Tadi kan kita sudah rapat evaluasi serapan anggaran dan kita sudah himbau agar seluruh SKPD ditriwulan kedua melaksanakan percepatan-percepatan belanja langsung, belanja barang/jasa dan belanja modal,” tuturnya
Lanjutnya, didalam rapat evaluasi serapan anggaran, jelas diharapkan kepada seluruh SKPD untuk melakukan langkah-langkah percepatan sehingga serapan anggaran ditriwulan kedua menjadi maksimal dan terjadi peningkatan yang signifikan
“Kalau serapan anggaran rendah otomatis program dan kegiatan yang telah direncanakan belum berjalan, ini juga berimbas pada lesunya perputaran ekonomi dimasyarakat,” katanya
Ditambahkan, begitulah jika serapan anggaran tinggi, otomatis program dan kegiatan telah berjalan, secara tidak langsung berimbas pada laju pertumbuhan ekonomi ditengah-tengah masyarakat ikut meningkat
“Tentu, serapan anggaran secara tidak langsung ada imbasnya. Tetapi kita berharap ditriwulan kedua ini serapan anggaran kita naik diatas 50 persen,” tukasnya (*)

