Tidak Layak, TPI Wameo Perlu Peremajaan

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Baubau menilai, fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo yang ada saat ini, baik itu Air Blass Freezer (ABF) maupun cold storing sudah tidak layak. Sehingga dapat mempengaruhi produktivitas perikanan di Kota Baubau.

Kepala DKP Kota Baubau, Drs Amiruddin MSi mengatakan, kedua mesin sudah diadakan sejak 2004 maupun 2005. Mesin yang sidah usang ini, perlu diadakan peremajaan dengan mengadakan mesin yang baru.

“Mesin yang ada saat ini kan telah beroperasi puluhan tahun sudah tidak layak memang, jadi kondisinya kandang aktif tiga hari, mati lagi tiga hari,” katanya saat ditemui diruangannya, Rabu (19/10).

Pihaknya telah mengambil langkah, dengan memasukkan usulan hingga tingkat Kementerian untuk pengadaan baik itu ABF maupun cold storing. ” “Kami berharap bisa mendapatkan penambahan, dari kementerian baik itu ABF maupun cold storing, sehingga ada peremajaan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah mencari peluang agar TPI Wameo dikelola oleh pihak ketiga. Penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga kata Amiruddin, akan memaksimalkan produksi, karena lebih fokus dan professional ketimbang dikelola oleh Pemerintah Daerah.

“Untuk mendapatkan fokus penanganan secara profesional, akan lebih efektif kalau dikelola oleh baik itu BUMD maupun pihak ketiga lainnya. Kalau sekarang, kami hanya membagi tugas di DKP ini untuk mengangani TPI wameo,” imbuhnya.

Sembari menunggu adanya peralatan baru, pihaknya akan terus memaksimalkan mesin yang ada, dengan melakukan penanganan servis pada mesin yang rusak oleh tenaga teknis yang ada. Sehingga pelayanan kepada nelayan tidak putus begitu saja.(*)

Pin It on Pinterest