Pemadaman Bergilir, LIRA Sorot PLN dan Pemda Butur

Peliput : Darson
BURANGA, BP – Krisis listrik yang menghantui masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur) terus berlanjut. Sudah kurang lebih dua bulan, pihak PLN Ranting Ereke melakukan pemadaman bergilir.
Atas kondisi itu, masyarakat Butur mempertanyakan kinerja dari PLN sendiri dan juga Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, yang tak kunjung menemukan solusi atas kerusakan beberapa mesin pembangkit listrik itu.
Sorotan terhadap kondisi krisis listrik saat ini diutarakan Sekda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Butur Sairman Sahadia, melalui pres rilis yang diterima awak media ini, Jum’at (21/10).
“Saat ini kita diperhadapkan dengan yang namanya krisis listrik yang sudah dalam kategori sekarat, bagaimana tidak sudah beberapa bulan ini kondisi listrik Buton Utara masih belum bisa lepas dari kerusakan mesin,” tulisnya.
Sairman mengakui kesiap siagaan petugas PLN yang selalu menunggu perintah pemadaman bergilir yang tidak mengenal waktu. Tapi jujur saja, menurut dia hal itu merupakan tontonan buruk bagi pihak PLN itu sendiri atas kondisi yang terjadi selama ini.
“Bukan PLN namanya kalau tidak memberikan kepada pelanggan giliran mati lampu. Kita juga bingung kerusakan apa yang tidak bisa diperbaiki sampai saat ini belum juga diantisipasi, biar mesin baru yg dipesan dari negara Jepang pun pasti sudah ada akan sampai di Butur, apalagi hanya kerusakan mesin biasa. Ini benar-benae membingungkan kinerja PLN,” herannya.
Sairman yang juga sebagai sekretaris KNPI Butur ini menyesalkan pula atas sikap Pemda setempat yang tinggal diam, tanpa mengambil langkah-langkah penyelesaian. melihat kondisi listrik yang semakin
“Ketika mati lampu pada diam semua, gililiran normal menyala uda pada muncul bilang prestasi lah,”imbuhnya.
Seharusnya, tambah dia Pemda Butur malu. Sebab, kondisi ini bisa jadi tolak ukur. Masalah listrik saja tidak bisa diurus atau masih jadi bomerang, apalagi kesejahteraan rakyat gak mungkin itu bisa terwujud.” Listrik ini kan mempengaruhi ekonomi masyarakat, itu fakta. Orang tidak bisa kerja tanpa listrik seperti tukang kayu, foto copy atau pun industri rumahan lainnya,”tegasnya.
Sebelumnya, kepala PLN Ereke Dahniar belum lama ini mengungkapkan bahwa pemadaman bergilir disebabkan oleh rusaknya dua mesin pembangkit listrik yang menyuplai kebutuhan listrik di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kulisusu, Kulisusu Utara dan Kulisusu Barat.
Dua mesin yang rusak itu mengalami ganguan turbo atau penyuplai udara bersih yang masuk ke dalam mesin. Tak hanya itu, kerusakan pemompa bahan bakar juga masuk dalam mesin sehingga tersendat.
“Ada dua mesin yang rusak, jadi masih dalam proses perbaikan, satunya alat turbonya dibawa ke Baubau karena disini tidak ada alatnya, sedangkan yang satu sementara dibenahi,” ungkap Dahniar.(***)

Pin It on Pinterest