Kepala Disdukcapil Berganti, Nahrat Titip Pesan Kepada Bawahannya

– Jaga Etika dan Kekompakan Dalam Bertugas

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Walikota Baubau, Drs H As Tamrin MH kembali melakukan perombakan terhadap pejabat eselon II lingkup pemerintahannya. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kini dipimpin oleh Drs Sahirun SE yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Disdukcapil. Sementara itu, Kepala Disdukcapil lama Hj Wa Ode Nahrat, dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan Setda Kota Baubau.
Usai pelantikan, Nahrat kembali ke Kantor lamanya di Disdukcapil, untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang belum sempat terselesaikan. Kedatangannya disambut cukup hangat oleh para bawahannya.
“Saya menyelesaikan penandatanganan beberapa dokumen baik, akta kelahiran, kartu keluarga, maupun dokumen lain berupa surat menyurat tentang pertanggung jawaban SPJ selama kepemimpinan saya,” katanya saat ditemui diruangan Kepala Disdukcapil, Selasa (25/10).
Nahrat juga memaparkan beberapa capaian saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Disdukcapil. Diantaranya, bekerja full time untuk melayani masyarakat dalam pengurusan KTP-el saat September. Juga prestasi lain yang cukup membanggakan di tingkat provinsi.
“Perekaman KTP-el pada saat September, rata-rata satu hari kami melayani perekaman KTP-el hingga 300 orang, sementara pencetakannya hingga 200 orang perhari. Untuk pengurusan akta kelahiran pada bulan yang sama dalam sehari kami melayani hingga 500 sampai 700 orang, kami bekerja full time. Atas hasil kerja keras kami, sehingga cakupan pelayanan akta kelahiran di Kota Baubau meraih ranking pertama di Sulawesi Tenggara, karena kami menggunakan sistem jemput bola, mulai dari rumah sakit hingga sekolah,” paparnya.
Setelah menyelsaikan beberapa pekerjaannya, Nahrat mengumpulkan seluruh stafnya mulai dari Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, hingga staf, untuk menyampaikan beberapa pesannya, sebelum meninggalkan Kantor Disdukcapil yang telah dipimpinnya selama satu tahun tiga bulan. Nahrat menyampaikan, bahwa mutasi harus dinilai sebagai suatu hal yang positif, penyegaran dalam suatu instansi.
“Mutasi merupakan hal lumrah, jangan anggap ini karena ada kedekatan khusus dengan pejabat yang baru dilantik. Pesan saya terkait pelayanan, marilah bekerja secara professional, siapapun pimpinannya. Karena tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat kalau Walikota membutuhkan, maka mau tidak mau harus angkat kaki dari kantor ini,” imbuhnya.
Nahrat juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh bawahannya, apabila selama masa kepemimpinannya, ada hal yang tidak berkenan. Namun dia menjelaskan, apa yang dilakukannya selama ini merupakan usaha agar segala pekerjaan di Disdukcapil berjalan dengan baik.
“Saya melaksanakan amanat Walikota Baubau dengan ikhlas, namun dalam perjalananya pasti kerikil, walaupun begitu harus ada keseimbangan dalam memimpin. Dalam pelayanan kepada masyarakat harus pintar membawa diri, beretika, sabar dalam menghadapi masyarakat dengan beribu satu macam sifat,” katanya lagi.
Sebelum mengakhiri penyampaiannya, Nahrat kembali berpesan kepada bawahannya, agar senantiasa menjaga kekompakan dalam bekerja, yang selama ini sudah terbangun, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.
Amatan koran ini, usai menyampaikan wejangan perpisahan, kemudian Nahrat menyalami seluruh bawahannya secara berurutan mulai dari Sekretaris Dinas, Kepala bidang, Kepala seksi hingga stafnya. Isak tangis pun pecah dari beberapa pegawai Disdukcapil. Kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama. (*)

Pin It on Pinterest