200 Personil Pol PP Buteng Ikuti Diklat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Sebanyak 200 personil anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.

Saat ini, Sat Pol PP Buteng masih tergabung dengan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Pol PP. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, yang telah dijadwalkan selama enam hari, mulai dari 26 Oktober hingga 31 Oktober 2016.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan dasar bahwa Sat Pol PP adalah perangkat daerah, dan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dianggap bisa memberikan suasana keadaan dinamis yang memungkinkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat melaksanakan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur.
“Maksud dilaksanakannya pelatihan ini bahwa Satuan Polisi Pamong Praja itu merupakan perangkat daerah, sehingga didalam melaksanakan tugasnya, mereka bisa memberikan suasana keadaan dinamis yang memungkinkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat melaksanakan kegiatannya dengan tenteram, tertib dan teratur,” ucap Ketua Panitia Diklat Ismail Basan SHut.

Selain itu, diklat yang diikuti Sat Pol PP Kabupaten Buteng juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku Sat Pol PP, juga untuk meningkatkan profesionalisme Sat Pol PP dalam melaksanakan tugas penegakkan peraturan daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman, serta perlindungan masyarakat.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini pertama, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku polisi pamong praja, kedua, untuk meningkatkan profesionalisme polisi pamong praja dalam melaksanakan tugas penegakkan peraturan daerah, pebyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman dan perlindungan masyarakat,” pungkasnya.

Dijelaskan kata Basan, pemateri dalam kegiatan tersebut didatangkan dari Anggota TNI, Polri dan ditambah dengan alumni STPDN yang juga merupakan Pegawai Pemda Buteng, serta materi pelatihan yang terdiri atas dua topik utama.

“Pematerinya nanti ada dari TNI, Polri, serta rekan-rekan pegawai Pemda yang merupakan alumni STPDN. Kalau materi-materi yang akan diberikan itu secara garis besarnya ada dua topik utama, yang pertama yaitu tentang manajemen kepamongprajaan, pada topik ini banyak sub-sub materinya seperti birokrasi pemerintahan, wawasan kebangsaan dalam kerangka NKRI, grand strategi penyelenggaraan otonomi daerah dan lain-lainnya, kemudian topik yang kedua tentang sikap dan perilaku kepamongprajaan, berupa pembinaan mental, latihan sikap dan fisik, juga pembentukan nilai-nilai psikologi kepamongprajaan,” tutupnya.(#)

Pin It on Pinterest