KPK Periksa Panitera MK dan Arbab Papreoka

– Terkait Kasus Dugaan Suap Pilkada Kabupaten Buton
Laporan: Redaksi
JAKARTA,BP – Kasus dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Buton di Mahkama Konstitusi tahun 2011/2012 dengan tersangka Bupati Buton, Samsu Umar abdul Samiun SH terus di dalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, rabu (26/10) penyidik KPK memanggil dua orang saksi untuk dilakukan pememriksaan.

Demikian diungkapkan, Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, kepada Baubau Post Rabu (26/10) via Whattappnya.

Dikatakan, terkait dugaan kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Buton, peyidik KPK memanggil dua orang saksi yakni Panitera MK Kasianur dan Pengacara Arbab Papreoka.

“Hari ini (rabu-red) dua saski diperiksa yaitu Panitera MK Kasianur dan pengacara Arbab,”kata Yuyuk Andriati.

SEdangkan terkait hasil pemeriksaannya, Yuyuk, belum bisa komentar banyak pasalnya masih dalam pemeriksaan.

“Untuk info lebih lanjut akan kamu sampaikan, karena masih dalam proses pememriksaan,”singkatnya.

Dikmutip dari harian online Detikcom, Kasianur sudah tiba di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan pada pukul 10.16 WIB. Ia datang sendirian. Kasianur datang mengenakan baju batik berwarna biru.

Di kasus ini, Bupati Buton diduga menyuap Akil sebesar Rp 2,989 miliar. Uang suap itu diberikan Samsu Umar guna pemulusan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada tahun 2011. Uang diberikan kepada Akil saat ia masih menjabat sebagai Ketua MK.

Pimpinan KPK sebelumnya sudah berjanji akan menuntaskan kasus-kasus lama. Termasuk kasus suap penanganan sengketa Pilkada di MK ini. Dalam kasus ini, masih tersisa kasus sengketa pilkada di Jawa Timur dan Kabupaten Buton.

Akil Mochtar sendiri telah dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Dalam kasus-kasus yang menjerat Akil Mochtar, penyidik KPK sudah menjerat kepala daerah dan pihak-pihak terkait yang memberi suap ke Akil. Sejauh ini ada 7 sengketa Pilkada yang dimainkan Akil.(***)

Pin It on Pinterest