Penyulingan Minyak Nilam di Kampenaho Difungsikan

AS Tamrin: Produk Penyulingan Harus Bernilai Guna
Peliput: Hengki TA Editor : Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Mesin penyulingan minyak nilam (minyak asri) di Kelurahan Kampenaho Kecamatan Bungi harus bernilai guna kepada masyarakat, khususnya petani sebagai motifasi untuk peningkatan kesejahteraannya.

Demikian diungkapkan Walikota Baubau, Drs H AS Tamrin MH saat meresmikan mesin penyulingan minyak nilam di Kelurahan kampeonaho kamis (27/10).

Orang nomor satu di Kota Baubau ini memberikan apresiasi dan merespon atas usaha masyarakat, dengan megembangkan tanaman nilam lebih bernilai ekonomi tinggi. Untuk itu, perlu pengeolahan berupa penyulingan untuk mendapatkan minyak nilam lebih berkualitas.

“Dengan berusaha mengembangkan pengolahan minyak nilam, maka dapat menunjang perkonomian masyrakat kearah yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, AS Tamrin juga mengharapkan dengan adanya mesin penyulingan ini masyarakat sebagai dorongan dan motivasi kepada agar perlahan-lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal, serta bernilai guna yang pemanfaatannya memberikan perbaikan ekonomi bagi masyrakat.

Namun demikian, usaha pengembangan penyulingan minyak tersebut, masih perlu pembenaan dan perbaikan-perbaikan, dengan peyempurnaan baik dari segi kualitas maupun perlu bibit yang lebih baik dan juga perlatan pendukung pengolahan lainnya.

“Diharapkan kepada istansi terkain dapat memberikan bimbingan dan bantuan teknis sehingga kedepan kualitas minnyak nilam daerah kita dapat bersaing dengan kualitas daerah lainnya,” tuturnnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan (Diperindag) Kota Baubau, Radjlun mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu tahap pemerintah untuk meningkatkan sumber pendapatan masyrakat, dengan melihat prospek nilam yang ada memang sangat bagus, sehingga pihaknnya mengembangkan dan menggenjot untuk meningkatkan mutuhnnya.

“Setelah kita hitung-hitung apa bila di proses, hargannya bisa dua kali lipat dari harga nilam mentah. Sehingga kita memberikan motifai kepada mereka, agar dapat memanfaatkan hal tersebut, apa lagi tanaman tersebut tidak rewel sehingga kemungkinan tumbuh kembangnnya itu lebih memungkinkan,” kata Radjlun

Untuk kedepannya, pihkannya akan meningkatkan lagi upaya teknologinya dapat dikembangkan dan dapat meminimalisir waktu proses pembuatannnya dari 10 jam menjadi tujuh jam.

“Untuk prosesnnya sendiri hanya 10 sampai 11 jam dari sebanyak 300 kilo nilam bisa mengasilkan sampai 9 kilo minyak, dan kita juga akan melakukan penambahan fasiltas dengan mengembangkan produk tersebut, sehigga dapat bisa dikelolah dengan baik,” tutupnnya.(*)

Pin It on Pinterest