Pelabuhan Harus Transparan Dalam Pungut Biaya Masuk

Peliput: Alamsyah Pradipta

BAUBAU, BP – Maraknya isu pungutan liar (pungli) baik di pelabuhan jembatan batu, Murhum dan pelabuhan feri membuat Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Laode Amran SH angkat bicara. Dia menegaskan jika tertangkap tangan, pelaku pungli akan dipidana karena menyalahi aturan yang berlaku.
“Banyak keluhan yang saya dengar terkait pungli baik di jembatan dan sebagainya. Jika terjadi tangkap tangan dan benar-benar ada pungli maka sudah pasti dipidana, jadi kalau bisa dalam bekerja harus mengikuti prosedur yang berlaku, kalau kelewatan maka sanksinya adalah pidana, dan itu harus,” tegasnya, Jumat (28/10).
Lanjutnya, setiap pelabuhan transparan dalam memungut biaya masuk, dengan memberi nota pembayaran. Sehingga masyarakat tahu dan paham dengan peraturan yang berlaku.
“Jangan sampai berbeda harga yang harus dibayar dengan yang tercantum pada nota, harus ada transparansi agar masyarakat juga tahu semua rincian uang yang mereka keluarkan,” ungkapnya.
Amran menambahkan pemerintah sedang gencar mengusut kasus pungli yang ada di Indonesia. Diharapkan tindakan pungli dihentikan, karena akan dikenakan pidana yang sangat berat.
“Program pemerintah sekarang memantau terus dan mengawal masalah pungli, bahkan ini menjadi prioritas presiden. Bekerjalah sesuai prosedur yang telah ditetapkan, hentikan segala tindakan pungli” tutupnya.(#)

Pin It on Pinterest