Empat Paslon Busel Siap Bertarung Sportif

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Empat Pasangan Calon (Paslon) yakni H Sattar SPd MSi-Yasin Welson Lajaha paslon nomor urut 1, H Muhammad Faizal SE MSi-Wa Ode Hasniwati nomor urut 2, Agus Feisal Hidayat S Sos MSi-H La Ode Arusani paslon nomor urut 3, dan Agus Salim SH-La Ode Agus SE paslon dari independen nomor urut 4, menyatakan siap melakasanakan proses pelaksanaan Pilkada Busel dengan menjaga sportifitas, perdamaian dan berintegrasi.

Pernyataan para paslon tersebut dinyatakan dalam kegiatan Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar oleh pihak KPUD Busel di Lapangan Karada, Jumat (28/10).

Dalam kegiatan tersebut pihak KPUD Busel memberikan waktu kepada tiap Paslon untuk mengutarakan peryataannya didalam proses kampanye di Pilkada Busel.

Pasangan Calon nomor urut 1, H Sattar SPd MSi mengatakan program dimuka bumi ini tidak akan terjadi tanpa rahmat Allah Subhana Wa Taala, begitupun tahapan deklarasi damai ini. Didalam proses tahapan kampanye diharapkan semuanya bisa bersanding dengan damai, menjunjung tinggi sportifitas, menjaga kekerabatan diantara paslon.

“Saya menyatakan paslon nomor urut satu H Sattar Spd MM dan Yasin Welson Lajaha akan siap bersaing secara sportif, damai dan didalam kampanyenya tidak akan menjatuhkan paslon lainnya. Mari kita bersaing memaparkan visi misi, bukan saling menjatuhkan,”kata Sattar.

Yasin Welson Lajaha menambahkan, proses Pilkada Busel harus berjalan tertib dan damai. Serahkan kepada masyarakat untuk menentukan siapa Bupati dan Wakil Bupati untuk memimpin Busel periode 2017-2022.

“Didalam perjuangan untuk memperoleh simpatik masyarakat diharapkan tidak menggunakan cara-cara kotor, menjatuhkan paslon lain. Mari meraih impian kita dengan penuh kejujuran dan kesantunan. Jangan hanya gara-gara Pilkada ini persaudaraan masyarakat Busel dicederai. Pilkada hanyalah memilih pemimipin tapi persaudaraan adalah abadi, mari kita kita ciptakan pemimpin yang diRidhoi Allah Subhana Wa Taala,” pungkasnya.

Sementara Paslon nomor urut dua,H Muhammad Faizal, Se mengatakan momen Pilkada Busel adalah momen yang telah ditunggu untuk menegaskan komitmen politik bisa merebut kekuasaan memimpin Busel dengan cara-cara damai.
“Politik memang terkadang kasar, tapi etika politik harus dijaga. Kabarakatina Tanah Wolio. Mari kita cetak sejarah Busel dengan tinta emas karena proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Busel berjalan dengan tertib aman dan damai,” ucap Muhammad Faizal.

Ditambahkannya, Setiap Paslon berkomitmen sepenuhnya mengikuti Pilkada ini mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh KPU, sejalan dengan Panwas, Pemda Busel, Polri dan TNI sebagai penyelenggara sehingga Pilkada Busel berjalan sesuai yang harapakan tanpa menimbulkan pertikaian dimasyarakat.

“Kami Paslon nomor urut 2 didalam Pilkada ini tidak mempunyau etikad untuk mencederai pesta demokrasi ini dengan cara-cara yang tidak santun. Mari kita bersaing dalam visi misi Busel kedepan dan serahkan masyarakat memilih pemimpinnya di tanggal 15 Februari 2016. Ingat nomor urut 2,” ucap Faizal.

Ditambahkannya, nomor urut 2 didalam adat istiadat pemahaman orang buton laki dan perempuan.”Ingat nomor dua. Kami pasangan yang saling melengkapi. laki-laki dan perempuan. Mudah-mudahan kami melili perpektif simbol-simbul budaya buton. simbol kami nomor dua pembawa kedamaian,”pungkasnya.

Sementara Paslon nomor urut 3, yakni Agus Feisal Hidayat SSos MSi- H La Ode Arusani. Agus Feisal mengatakan banyak tantangan dan fitnah mulai dari proses dukungan partai yang ditujuhkan kepada paslon ini, namun tanpa doa masyarakat Busel, mereka tidak akan manpu bediri dipanggung politik Pilkada Busel.

“Ini sebuah momentun mengenang kembali semua perjuangan masyarakat Busel yang memperjuangkan sebuah daerah yang akan mengayomi kehidupan masyarakatnya menuju kehidupan yang kebih baik dimasa yang akan datang. Kami paslon nomor urut tiga tidak akan putus memperjuangkan demi daerah ini,” ucap Agus Feisal.

Dikatakannya, momen Pilkada ini untuk melahirkan kepemimpinan yang lebih baik. Kelak pemimpin ini yang akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Pemimpin yang memperjuangkan masyarakat kecil, membawa kedamaian, tanpa menyakiti. Momen Pilkada ini adalah perang melawan diri sendiri, tidak menduakan keyakinan.

“Mari kita satukan Negeri ini dalam bingkai sila ketiga, persatuan indonesia.Mari kita lahirkan pemimpin negeri ini dengan rasa cinta, rasa kasih sayang, kekeluargaan dan kebersamaan. Jangan cederai Pilkada dengan meninggalkan kebencian dimasyarakat. Salam Tiga Jari,” pungkasnya.

Sementara, pasangan nomor urut 4, dari jalur independen, Agus Salim SH-La Ode Agus SE. Melalui Agus Salim, menyatakan siap bertarung secara sportif, santun dan damai.

“Kami Pasangan AA, Agus Salim SH dan La Ode Agus SE, berkomitmen didalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupatu Busel akan menjalankan amanah KPUD yakni berintegritas dan damai,” ucapnya.

Ditambahkannya, Di Busel telah lahir calon-calon pemimpin baik, kini masyarakat harus memilih jeli. Memilih calon pemimpin terbaik diantara yang baik. Jika dianalogikan sebuah meja nomor 4 adalah penentu. Tanpa kaki keempat maka stabilitas tidak akan tercapai.

“Kami di Pilkada Busel untuk mencari hidayat, politik adalah pilihan hati. Mari menjaga stabilitas daerah ini. Tidak ada kemenangan yang paling afdol. Namun amanah dan abdi yang mesti dicapai. Mari menjaga hati, jangan saling menfitnah hingga menimbulkan kebencian ditengah-tengah masyarakat. Politik di Pilkada ini adalah hanya pertarungan ide untuk mencari simpatik masyarakat,” pungkasnya.(*)

Pin It on Pinterest