Persiapan FPT Rampung 100 Persen

– Junjung Tinggi Semangat Poasa-asa Pohamba-hamba

Peliput: Zaman Adha

WAKATOBI, BP – Untuk meningkatkan daya tarik pariwisatanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi akan menggelar Festival Pulau Tomia (FPT) yang dilaksanakan mulai tanggal 3 – 6 November 2016. Sesuai namanya, salah satu kegiatan akbar di Wakatobi ini, akan dipusatkan di Pulau Tomia.
Dalam rangka menyukseskannya, Pemerintah Kecamatan Tomia telah melakukan persiapan-persiapan, mulai dari tata panggung, pembenahan lingkungan, hingga persiapan-persiapan rangkaian kegiatan dalam FPT. Festival perdana ini, merupakan salah satu kegiatan yang didalamnya sarat akan nilai budaya lokal. Beberapa tradisi yang bernuansa laut akan ditampilkan, salah satunya Tradisi Safaraa (Belah laut) yang menjadi jualan utama Pemkab Wakatobi dalam FPT.
Camat Tomia, La Ode Safihuddin SSOs MSi melalui selulernya menuturkan, segala persiapan FPT sudah rampung 100 persen. Sehingga pihaknya optimis penyelenggaraan FPT akan sukses, terlebih persiapannya telah dilakukan sejak jauh hari.
“Persiapan lapangan sudah 100 persen, kegiatan utama yang akan ditampilkan Pemkab Wakatobi dalam FPT ini adalah ritual Safaraa. Untuk persiapan karnaval budaya maritim, semua elemen masyarakat desa maupun kelurahan di Pulau Tomia sudah mempersiapkan barisan karnavalnya masing-masing. Ada juga parade perahu hias dengan aneka musik gamelan, yang dirangkaikan dengan penyambutan dan pawai keliling di pesisir pantai ibukota kecamatan, serta tarian kolosal juga sudah siap,” tuturnya, Sabtu (29/10).
Yang unik dari persiapan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan adalah, tidak begitu terpaku dengan kepanitiaan yang terstruktur sebagaimana kepanitiaan dalam kegiatan lainnya. Namun yang lebih ditekankan adalah semangat poasa-asa pohamba-hamba (bersama-sama tolong-menolong) yang merupakan kearifan lokal setempat.
“Dalam persiapan ini, kami tetap kembali kepada kearifan lokal dengan semangat poasa-asa pohamba-hamba yang kami kedepankan. Melalui pengumuman di masjid-masjid dan kegiatan keliling kampung, kami menyampaikan kepada masyarakat untuk bersama-sama bekerja bakti gotong-royong pada hari yang telah ditentukan. Pendekatan ini yang dilakukan pemerintah kecamatan kepada masyarakat, untuk bahu-membahu dalam mensukseskan FPT,” katanya lagi.
Camat yang dikenal merakyat ini, juga menjelaskan mengenai Tradisi Safaraa yang merupakan kebiasaan turun temurun masyarakat nelayan Tomia. Pada setiap bulan Safar dalam kalender Islam, masyarakat setempat memohon keselamatan kepada Allah SWT agar saat beraktifitas di laut, para nelayan senantiasa diberi keselamatan dan dijauhkan dari segala musibah dan balaa. Dimana ahli kebatinan membelah laut dengan parangnya, selanjutnya semua masyarakat turun ke laut untuk mandi sambil bershalawat. Hal ini merupakan cerminan terhadap keselamatan yang pernah diberikan Allah SWT kepada Rasulnya yaitu, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, dan Nabi Ilyas AS. Sebelum memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW, dalam ritual ini pula masyarakat melaksanakan shalat sunnah dua rakaat untuk membersihkan diri.
Tidak kalah penting juga yaitu, tradisi Loloa atau melarung sesaji di laut. Masyarakat membuat miniatur perahu yang didalamnya terdapat makanan. Setelah dilarung, masyarakat menaruh harapan agar segala musibah, masalah sosial, maupun penyakit segera pergi bersama miniatur perahu yang telah dilepas ke laut.
Rangkaian ritual lainnya dalam FPT yaitu ritual Popanga yang berhubungan dengan Dive Konservasi. Lokasi penyelaman di Pulau Tomia yang berjumlah 24 titik, merupakan tempat yang dikeramatkan menurut kepercayaan masyarakat setempat. Sehingga ritual ini dilakukan turun temurun oleh para leluhur, agar tidak terkena musibah selama melakukan aktifitas dilokasi penyelaman.
“Semua rangkaian kegiatan maupun ritual dalam FPT ini, adalah bagian dari promosi Pemkab Wakatobi termasuk Pemerintah Kecamatan Tomia maupun promosi masyarakat, agar segala potensi budaya maupun pariwisata dapat lebih terkenal lagi,” tutup Safihuddin. (*)

Pin It on Pinterest