WNA Meninggal Dunia di PT WDR

-Panik Saat Diving Bersama di Teluk Maya
Peliput: Duriani/Alamsyah Pradipta

WAKATOBI, BP – Warga Negara Asing (WNA), Gregory Arthur Alain Mills (12) berkebangsaan Inggeris meninggal dunia saat melakukan kegiata┬Čn diving di Desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Sabtu (29/10). Korban adalah tamu PT Wakatobi Dive Resort (WDR).

Informasi dihimpun Baubau Post dari sejumlah narasumber diseputar PT WDR serta intelijen Kepolisian Resort (Polres) Wakatobi dan tim investigasi dari Kodim 1413/Buton, korban datang di Indonesia dengan nomor pasport 519539767 bersama dengan kedua orang tuanya yakni Christopher John Mills, nomor pasport 518219479 dan ibu atas nama Karine nomor pasport 13AY88202.

Sabtu (29/10/2016) sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama ayahnya serta sejumlah tamu PT WDR lainnya dan ditemani Dive Master asal Jerman, Nicola Jaeger, dengan menggunakan KM Wakatobi V milik PT WDR menuju spot Teluk Maya untuk melakukan rutinitas diving.

Setelah tiba di spot penyelaman dengan kedalaman 9 meter, korban dan ayahnya didampingi dive master langsung menyelam sebagaimana dilakukan wisatawan asing lainnya tamu dari PT WDR. Namun saat tiba di dasar laut, korban merasa panik dan langsung melepas regulatornya. Disaat bersamaan, ayah korban dan dive master berusaha untuk menolong korban dengan memberi regulator.

Namun korban memberontak tidak mau dipasangkan regulator dan seketika air laut masuk ke dalam tubuh korban melalui mulut dan hidungnya. Korban kemudian diangkat naik ke permukaan air laut dan langsung diberi pernapasan buatan (RGP). Kemudian korban langsung dibawa ke medical room milik PT WDR untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, setelah tiba diruangan medis PT WDR, kotban sudah tidak tertolong lagi.

Dengankejadian itu, orang tua korban menganggap bahwa itu adalah kelalaian korban sendiri dan bukan pihak perusahaan. Kedua orang tua korban, juga akan membuat surat pernyataan jika tidak akan menuntut kepada pihak manapun. Dari hasil visum dilakukan dokter pun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Jenazah korban disemayamkan di medical room milik PT WDR. Kemudian jenazah dan kedua orang tuanya dijemput pesawat carteran dari Bali di Bandara Maranggo Tomia, Minggu (30/10/2016). Untuk kemudian diterbangkan menuju Bali dan seterusnya dipulangkan ke negara asalnya.

Perlu diketahui bahwa sekitar dua bulan lebih yang lalu, ada juga WNA yang merupakan tamu PT WDR meninggal karena ditemukan telah mengapung di depan PT WDR. (***)

Pin It on Pinterest