Kepala SMAN di Wakatobi “Simalakama”

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tomia, La Hunju SPd, dikabarkan berkantor di teras sekolah. La Hunju, diangkat menjadi kasek beberapa minggu lalu oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Wakatobi.
Sementara Kepala SMAN 1 Tomia sebelumnya dijabat, Drs Dahlan P, disarankan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tetap menjalankan tugas pokok sebagai Kepala SMAN 1 Tomia. Karena SMAN sejak bulan Maret 2016 lalu sudah berada dibawah naungan pemerintah provinsi.
Kepala SMAN 1 Tomia yang diangkat pemkab Wakatobi, La Hunju, ditemui menepis isu miring tersebut. Menurut La Hunju, sejak menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Wakatobi sebagai Kepala SMAN 1 Tomia sudah melakukan koordinasi dengan kasek sebelumnya serta seluruh dewan guru.
“Sejak menerima SK Bupati Wakatobi sebagai Kepala SMAN 1 Tomia, saya sudah koordinasi dengan Kasek sebelumnya serta semua dewan guru. Termasuk kunci ruang kasek sudah diserahkan oleh kasek sebelumnya. Jadi tidak benar jika saya berkantor di teras,” terang La Hunju, ditemui di SMAN 1 Tomia, Senin (31/10).
Kata La Hunju, kewajibannya dengan kasek sebelumnya yang belum dilaksanakan hingga saat ini yakni serah terima jabatan dan asset. Namun itu tergantung kesiapan kasek sebelumnya. “Yang belum kami laksanakan yakni serah terima jabatan dan asset. Kalau kasek sebelumnya sudah siap maka secepatnya juga kami akan lakukan,” katanya.
Sementara itu Dahlan P, dihubungi via telepon celulernya mengatakan jika Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara menyarankan untuk tetap menjalankan tugas sebagai kasek. Hanya saja, Dahlan P, tetap menghargai kebijakan pemkab Wakatobi. Sehingga dirinya jika masuk kantor hanya menjalankan tugas sebagai pegawai negeri sipil (guru) biasa.
“Kenapa kita kita belum serah terima jabatan dan aset karena dari hasil koordinasi dengan pemprov Sultra, kami dianjurkan untuk tetap menjalankan tugas sebagai kasek. Terkait aset, semua data ada sama bendahara asset dan bendahara keuangan. Saya dan teman-teman kasek lain tetap menghargai keputusan pemkab Wakatobi, sehingga jika masuk kantor maka kami menempatkan diri sebagai guru biasa,” ucap Dahlan P, Senin (31/10).
Dahlan P, menambahkan jika semua Kepala SMAN di Wakatobi yang dilengserkan beberapa waktu lalu baru satu sekolah yang melaksanakan serah terima jabatan dan asset. Karena kasek di sekolah yang sudah melaksanakan serah terima itu mengelola anggaran banyak. Sehingga kasek yang baru harus memiliki data terkait asset sekolah.
“Semua kasek yang diganti beberapa waktu lalu, baru SMAN 1 Wangi-Wangi yang melaksanakan serah terima jabatan. Karena sekolah itu mengelola anggaran banyak,” tutup Dahlan P. (***)

Pin It on Pinterest