Blangko e-KTP Terbatas, Disdukcapil Busel Prioritaskan KTP Pemula

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Terkait keterbatasan blangko e-KTP berdasarkan surat edaran Mendagri Nomor 471.13/1023/Dukcapil tentang format surat keterangan sebagai pengganti KTP-e, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buton Selatan (Busel) Drs Nadir MPd menyatakan, akan memprioritaskan pembuatan e-KTP baru yang ditujukan kepada masyarakat yang belum punya KTP.

Sedangkan bagi masyarakat yang sudah punya KTP namun ingin mengganti status domisili dari Kabupaten Buton dan ingin berganti status menjadi masyarakat Kabupaten Busel, diharapkan untuk bersabar mengingat keterbatasan blangko.

“Jadi keluhan masyarakat di Desa Lontoi, Kecamatan Siompu itu bukan kita abaikan, tapi sebagian besar mereka usulkan bawakan KTP yang mau pergantian atau diubah dari Kabupaten Buton ke Buton Selatan, sementara blangko persediaan kita terbatas. Jadi saya sudah jelaskan kita prioritaskan dulu yang sudah terekam dengan membuat KTP pemula atau baru itu yang diprioritaskan, jadi yang mau ganti KTP dari nama Buton ke Busel itu minta bersabar dulu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Nadir menjelaskan berdasarkan isi surat edaran tersebut, perihal perecepatan e-KTP di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri menyatakan bahwa persediaan blanko e-KTP telah habis.

Untuk itu, yang masih tersedia di Disdukcapil kabupaten atau kota tetap harus dicetak dengan prioritas penyelesaian pencetakan KTP-el untuk data siap cetak, termaksud dalam hal ini perekaman wajib KTP-el bagi pemula dan atau karena pindah datang.

Lanjut Nadir, dalam surat edaran Mendagri itu ketersediaan blanko KTP di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri diperkirakan baru akan tersedia kembali pada November 2016 ini, setelah revisi anggaran DIPA tahun 2016 mendapat persetujuan Kementrian Keuangan.

Disebutkan, jika telah dilakukan perekaman KTP, tetapi belum mendapatkan fisik KTP-el, Disdukcapil kabupaten atau kota dipersilahkan membuat surat keterangan sebagai pengganti KTP-el. Surat keterangan tersebut dipergunakan antara lain untuk kepentingan Pilkada, Pilkades, Perbankan, Imigrasi, Kepolisian, Asuransi, BPJS, pernikahan dan kebutuhan lain yang dianggap perlu.

“Hanya soal kesabaran saja sebanarnya karena banyak kendala teknis seperti jaringan ini bukan hanya kita tapi seluruh daerah, yang pasti Capil mengutamakan KTP yang baru sedangkan yang bergantian dari Buton ke Busel belum diprioritaskan. Karena kalau di kementrian kita usulkan 6000 blangko misalnya, itu kadang kita hanya diberi 1000 blangko, karena di pusat juga terbatas,” katanya.

Untuk diketahui, data per September penduduk Busel tercatat wajib KTP sebanyak 73.170 jiwa. Dimana yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 41.295 jiwa, yang belum melakukan perekaman sekitar 31.000 jiwa untuk bulan September. Sedangkan yang sudah tercetak secara reguler sebanyak 10.803 jiwa. Sebanyak 30.493 jiwa yang belum cetak.

“Kendala lain sehingga kurangnya blangko ini misalnya hari ini identitas pekerjaan dalam KTP petani tapi karena ada bantuan nelayan masyarakat berlomba-lomba lagi ganti pekerjaan di KTP untuk dapat bantuan. Itulah salah satu yang habiskan blangko KTP, sementara kalau kita minta blangko sebanyak 6000 di pusat sana tidak dilayani sesuai permintaan karena di kementrian juga terbatas sehingga kita mengutamakan yang belum punya KTP dan sudah melakukan perekeman,” tuturnya.

Sementara kendala lain terdapat dalam pelayanan administrasi kependudukan, yakni banyak permasalahan pada jaringan internet ketika padam lampu dan kekurangan blanko. Diakuinya, hal itu merupakan keterbatasan sarana dan prasana yang dimiliki Disdukcapil. Namun untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman lampu, pihak Disdukcapil Busel telah menyiapkan mesin genset atau generator, demi kelancaran pengurusan dokumen kependudukan masyarakat di Disdukcapil Kabupaten Busel.

“Ini keterbatasan dan kendala kami, saya harus akui itu sering padam lampu, tapi soal itu kita sudah atasi dengan membeli genset, jaringan internet sering terganggu atau kendala teknis pada peralatan kami, tapi soal itu kami sering kontak dengan pusat,” pungkasnya.(*)

Pin It on Pinterest