Rusman Emba Lantik Pengurus Dekranasda Muna

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Bupati Muna, LM. Rusman Emba ST melakukan pelantikan pengurus Dekranasda masa bakti 2016-2021 maupun penobatan bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kabupaten Muna. Rapat yang digelar di Aula Galampano dihadiri oleh Ibu Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Tina Nur Alam, serta Forum pimpinan kepala daerah, maupun seluruh Pimpinan SKPD se Kabupaten Muna, Kamis (4/11).
Sebelum membacakan sambutannya, Rusman Emba mengungkapkan selamat dan sukses atas dilantik ketua pengurus Dekranasda Yanti Setiawati Rusman SE MSi. Dekranasda merupakan lembaga independen dan nirlaba (tidak mencari keuntungan namun sebagai wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan dibidang seni kerajinan yang melestarikan,membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kerajinan sebagai hasil aktifitas dan kreatifitas manusia dalam bentuk karya seni dan budaya yang sejak kala berkembang, masyarakat Muna telah mengenal budaya, seni maupun kerajinan yang disesuaikan dengan kebiasaan, keahlian maupun kebutuhan masyarakat sebagai cerminan dalam kehidupan. Karya masyarakat Muna yang telah dihasilkan seperti kerajinan tenun nasional, kerajinan anjaman dari rotan maupun kerajianan kayu (gembol),” ungkapnya.
Lanjutnya, bunda PAUD kabupaten Muna segera mungkin melakukan Pelantikan bunda PAUD yang ada di Kecamatan. PAUD sangat penting dalam pembinaan tumbuh kembangnya anak secara optimal.
“PAUD bukan hanya semata mata tanggungjawab pemerintah daerah, Lembaga PAUD namun masyarakat dan orang tua sangat diperlukan peran aktifnya. Intervensi pemerintah dalam kebijakan pengalokasian anggaran sangat diperlukan sebab berdasarkan data dari dinas pendidikan Muna terdapat sebanyak 350 Lembaga PAUD,” jelasnya.
Berdasarkan visi misi yang dituangkan dalam RPJMD mewujudkan Muna yang kuat, mandiri, berdaya saing serta bermartabat. “Pemda Muna akan memberikan dukungan pada organisasi dekranasda dalam hal penyediaan anggaran dalam mendukung pengrajin yang ada di daerah. Prestasi yang telah diraih beberapa bulan ni menurut penilaian di Menpolham penghargaan esensi jambu mente, terenak di dunia ada di Kabupaten Muna,” ungkap Rusman dengan wajah gembira.
Selain itu, Hj Tina Nur Alam Ketua Granasda Sultra menambahkan, dengan adanya daerah kerajinan berencana akan membuka kampung usaha dengan membentuk dewan kerajinan di daerah.
“Derkranasda harus mampu menjalin kerja sama dengan para desainer dari kabupaten dan kota, namun dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan bersama Bank Mandiri. Desa Masalili rencana akan dijadikan sebagai kampung usaha kejadian tenun, tentu ini akan menjadi destinasi wisata bagi para pengunjung dari luar maupun dari dalam daerah,” tambahnya.
Kerajinan Kain tenun sebagai bentuk dalam mengawali menyusun program kerja dengan memperhatikan kondisi daerah. Pelaku usaha terus dibina, ditingkatkan keterampilannya dengan harapan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna.
“Masyarakat pengrajin kain tenun akan dibuatkan kelompok dibawah pembina granasda. sebagai bunda PAUD penting dengan penempatan kedudukan muna. Kebijakannya percepat akses jalan dalam mendukung gerakan PAUD, satu desa satu PAUD,” terangnya. (*)

Pin It on Pinterest