STIKES IST Buton Gelar Sosialisasi Kesehatan

– Kesadaran Pola Hidup Sehat Warga Bandar Batauga Masih Kurang

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Mahasiswa STIKES IST Buton melakukan sosialisasi kesehatan. Sosialisasi itu termasuk dalam program Praktek Keperawatan Komprehensif II Tahun 2016, yang berlokasi di Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Dalam kegiatan tersebut STIKES IST Buton menurunkan 19 mahasiswa Semester VII, yang akan dilaksanakan mulai dari 6 Oktober hingga 8 November.

Program yang telah dilakukan, kata La Ode Sabarudin selaku Koordinator Kelurahan Bandar Batauga, yakni posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan, pelatihan kepada masyarakat terkait penggunaan alat tes gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat dan bakti sosial.

Dari hasil sosialisasi kesehatan tersebut ditemukan data bahwa, sebahagian besar warga Bandar Batauga belum melakukan pola hidup sehat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

“Saat ini dari hasil pendataan kami, masyarakat di Bandar Batauga masih rendah pemahaman terkait pola hidup sehat. Ini diakibatkan kurangnya sosialisasi atau penyuluhan kesehatan yang didapat masyarakat,” tutur La Ode Sabarudin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan, bahkan faktanya hampir 100 persen masyarakat Bandar Batauga belum mengetahui golongan darah yang dimilikinya. Hal ini yang mendorong pihaknya untuk melakukan kerja sama dengan Unit Tranfusi Darah Baubau guna menggelar bakti sosial, yakni sosialisasi kesehatan pemeriksaan darah sekaligus donor darah.

“Untuk golongan darah ini kami menargetkan sebanyak 45 kantong darah terkumpul dalam sehari. Hal ini untuk menetralisir lagi darah yang sudah keluar, sehingga darah yang keluar bisa terganti dengan yang baru sehingga membuat kesehatan tubuh bisa stabil. Yang tadinya mungkin ada darah kotor, kemudian setalah donor darah itu ada darah baru lagi yang terbentuk dalam tubuh, ” katanya.

Dijelaskan, kedepan bakal ada program yang akan dilaksanakan yakni penyuluhan ksehatan kepada siswa dan siswi SD terkait pola hidup sehat, meliputi bagaimana tata cara menggosok gigi dan cuci tangan yang baik dan benar, kemudian melatih ibu kader PKK, untuk bagaimana cara menggunakan alat tensi darah, tes kolestrol dan asam urat.

Ditambahkan, 6 November kedepan juga akan digelar sunatan masal bagi keluarga tidak mampu secara gratis sekitar 50 orang, dimana masing-masing yang didatangkan sebanyak 25 anak dari Bosoa, dan 25 anak dari Bandar Batauga.

Sementara Wa Ode Saadia (44) warga Bandar Batauga mengatakan, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengetahui pola hidup sehat yang baik dan benar agar dapat diterapkan dalam kehidupan.

“Alhamdulillah manfaatnya begitu bagus, sebelumnya belum ada yang mengetahui golongan darahnya sekarang sudah tahu. Masyarakat disini nanti ada keluarga yang sakit baru pergi tes golongan darah, kami cukup terbantu,” katanya Saadia.

Ia juga berharap, kegiatan serupa dapat dilakukan secara terus menerus sehingga peran masyarakat dalam pola hidup sehat bisa sejalan dengan pembangunan daerah Busel.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibawah binaan dosen pembimbing yakni Yuyun Yurasasmita sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).(*)

Pin It on Pinterest