Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – Ternyata Kecamatan Bungi adalah miniatur Indonesia, dimana dalam lingkup Kecamatan Bungi ditinggali olehh masyarakat dari berbagai agama, namun tetap hidup rukun dalam satu lingkungan.

Camat Bungi H La Hamedi SSos MSi mengatakan, masyarakatnya terdiri atas beberapa etnis, yakni dari Agama Hindu, Nasrani, dan Islam, dimana ketiganya bertempat tinggal pada kelurahan yang berbeda-beda yang ada di Kecamatan Bungi.

“Hindu itu fokusnya di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Ngkaring-karing dan Kelurahan Tampuna, Nasrani itu terfokus di Kelurahan Liabuku, tapi disana itu sudah campur baur dengan orang Buton, sedangkan Islam kita itu tersebar, di Keluarahan Liabuku ada, di Keluarahan Waliabuku lebih banyak lagi dan tidak ada campuran,” papar La Hamedi.

Jika dipresentasekan, kebanyakan masyarakat Kecamatan Bungi adalah agama Islam yang kurang lebih sebanyak 80 persen, sedangkan sisanya diisi oleh dua agama lain.

Masyarakat Kecamatan Bungi juga terbagi dari beberapa suku, dimana yang beragama Islam ada dari suku Bugis, Muna, Buton, dan masyarakat beragama Hindu didominasi oleh orang Bali.

“Orang Bugis itu di Pajalele dan Kampeonaho, Hindu itu dari Bali tersebar di Ngkaring-karing dan Tampuna yang dibilang Wanajati. Kalau orang Muna itu di Kelurahan Waliabuku ada, itu kampungnya ada satu kampung namanya Kaunda-unda, di Ngkaring-karing juga ada Muna campur dengan Buton,

Sedangkan orang Buton yang tinggal di Kecamatan Bungi tersebar pada beberapa keluraha, yakni ada di Kelurahan Liabuku yang terpusat pada satu kampung, dan tersebar di Kelurahan Waliabuku namun sudah tercampur baur dengan suku Bugis.

“Toraja juga kita ada, mereka itu masih tergabung di Kelurahan Liabuku,” katanya.(*)

Pin It on Pinterest