H Gani: Yang Katakan Itu Polisikan Saja

– Beredar Isu Ijazah Samahuddin Palsu

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Dalam kampanye pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah dengan nomor urut paslon 1 yakni Samahuddin SE dan Kapten Inf. (Purn) La Ntau yang berakronim “Samatau” yang diadakan di Kelurahan Talaga Satu, Kecamatan Talaga Raya, Ketua Tim Pemenangan “Samatau” H Gani meluruskan isu yang marak beredar di masyarakat tentang status ijazah yang dimiliki oleh Samahuddin.

Dalam sambutannya pada kampanye terbatas itu, H Gani mengatakan bahwa bila ada orang yang menyebarkan isu bahwa Samahuddin memiliki ijazah palsu maka harus dilaporkan ke pihak yang berwajib, mengingat tindakan tersebut bersifat provokator.

“Sekarang ini ada yang menyebarkan isu bahwa ijazahnya pak La Ramo atau Samahuddin itu adalah ijazah palsu, maka saya katakan dengan tegas hari ini, kalau ada yang menyebarkan isu seperti ini maka siapapun dia itu adalah provokator, tolong laporkan saja di polisi, karena orang-orang yang mengatakan itu tidak punya hak untuk menilai ijazahnya pak La Ramo asli atau palsu, sementara itu ijazahnya pak La Ramo ini sudah di verifikasi oleh KPU, oleh Panwaslu dan Kepolisian, di universitas mana pak Samahuddin ini menempuh kuliah, dan pada intinya kalau memang ijazahnya pak Samahuddin ini palsu maka sudah lama akan bermasalah dan tidak dibolehkan menjadi calon Bupati, jadi ini yang perlu dipahami oleh semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.

H Gani juga mengungkapkan bahwa pada bulan lalu, muncul pemberitaan dari salah satu media cetak lolak Baubau, yang mengatakan bahwa Kabupaten Buton Tengah diperkirakan tidak bisa menerima pegawai baru dikarenakan melebihi kapasitas, sedangkan sebagian pegawai Buton Tengah sudah bertugas diluar daerah Buteng, sehingga pemberitaan tersebut tida dibenarkan.

“Pada sekitar bulan lalu ada informasi di koran Buton Pos (salah satu media lokal Baubau) bahwa di Buton Tengah tidak ada penerimaan pegawai, karena katanya pegawai kita melebihi batas normal yang ada, setelah diadakan pansus oleh DPRD ternyata pegawai kita kenyataannya hanya berkisar 1.800 orang. Pertanyaannya, kemana yang sekitar 700 orang lebihnya? Ternyata mereka berada diluar Buteng tapi terima gajinya di Buteng,” ungkapnya.

H Gani menambahkan dalam orasi pilitknya bahwa, Samahuddin dianggap adalah orang yang sangat berpengalaman dalam bidang pembangunan infrastruktur, sehingga kinerjanya tidak perlu diragukan oleh masyarakat.

“Pak Samahuddin ini adalah orang yang telah bamyak pengalaman dibidang pembangunan infrastruktur, kedepan kita bisa memenangkan Samahuddin – La Ntau sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah tahun 2017 sampai 2022,” pungkasnya.(#)

Pin It on Pinterest