Titik Terang Polemik Jembatan di Bungi

Setelah sekian lama tidak ada kepastian dan kejelasan status serta terbengkalainya dua jembatan yang ada di Kecamatan Bungi yakni Jembatan Wonco dan Jembatan Ngkaring-karing, kini titik terang dan kejelasan status kedua jembatan sudah mulai terlihat tentang kelanjutan pengerjaan dan penyelesaiannya.

Beberapa hari lalu, Kepala Sataun Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sulawesi Tenggara (Buton) Muhammad Amin Amir yang bertanggungjawab atas kelanjutan dua jembatan tersebut, memberikan penjelasan terperinci terkait status kedua jembatan.

Dilansir dari koran lokal Baubau yakni SKH Baubau Post, Amin Amir memaparkan bahwa, pengerjaan kedua jembatan yang setelah sekian lama terbengkalai tersebut akan dilanjutkan kembali pada awal 2017, yakni paling lambat pada Januari atau Februari setelah ada penetapan kontrak baru dari pihak kontraktor yang akan memenangkan pelelangan.

Dijelaskannya juga dari awal, pemberhentian pengerjaan kedua jembatan akibat kelalaian pihak pekerja atau kontraktor yang sebelumnya menangani kedua jembatan, dan tidak bisa menyelesaikannya pada batas waktu yang ditentukan yakni pada akhir tahun anggaran 2015, sehingga diberikan waktu selama 50 hari yang masuk pada tahun 2016, namun tak juga dapat diselesaikan, sehingga pihak Satker merekomendasikan untuk melakukan pemutusan kontrak pada awal 2016, yang berakibat pengerjaan tersebut baru bisa dilanjutkan pada tahun 2017 setelah masuk tahun anggaran baru.

Selain itu juga diungkapkan bahwa, anggaran dari pengerjaan jembatan-jembatan tersebut dikucurkan dari APBN sebesar Rp 22 Milyar, yang terbagi atas enam pengerjaan dalam lingkup Sulawesi Tenggara termasuk dua diantaranya adalah Jembatan Wonco dan Jembatan Ngkaring-karing.

Setelah proses pegerjaan dihentikan, presentase penyelesaian kedua jembatan barulah 49 persen, sehingga tersisa hutang sebesar 51 persen untuk penyelesaian kedua jembatan yang akan dilanjutkan pada 2017, denga kisaran anggaran yang akan digunakan dari dana APBN sebesar kurang lebih Rp 11 Milyar.

Diluar dari pada pengerjaan kedua jembatan yang akan dilanjutkan pada 2017 mendatang, sebelumnya pihak Pemerintah Kecamatan Bungi dan masyarakatnya bertanya-tanya tentang kejelasan kedua jembatan. Bagaimana tidak, selama pengerjaan sebelumnya tidak ada konfirmasi sedikitpun dari pihak penanggungjawab terkait kejelasan kedua jembatan, yang akhirnya sampai pada pemutusan kontrak yang mengakibatkan kedua jembatan terbengkalai.

Namun kini rasa penasaran dan kegundahan masyarakat Kecamatan Bungi terkait polemik kedua jembatan seakan sudah terbayar dengan kejelasan bahwa pengerjaannya akan dilanjutkan kembali pada awal tahun 2017.

Meskipun begitu, nampaknya masyarakat masih harus bersabar selama beberapa bulan kedepan untuk menghadapi kenyataan bahwa sebelum pengerjaan dilanjutkan dan diselesaikan, masyarakat masih harus menggunakan jalur alternatif yakni jembatan darurat yang selama ini mereka gunakan.(*)

Pin It on Pinterest