Dua Warga Wakatobi Jadi Korban Penculikkan di Perairan Malaysia

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Penculikkan Anak Buah Kapal (ABK) Nelayan di perairan Malaysia 5 November 2016 lalu, dua diantaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Wakatobi.
Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Supranoto SIK, mengatakan dari hasil penelusuran pihaknya dua orang WNI asal Kabupaten Wakatobi itu bekerja di negeri jiran Malaysia sebagai ABK kapal ikan. Bahkan kedua WNI asal Wakatobi tersebut, memboyong semua anggota keluarganya tinggal di Malaysia.
“Dua orang WNI asal Wakatobi yang ikut diculik kelompok perompak di perairan Malaysia itu yakni La Hadi alais La Idi Bin La Idi dan La Utu Bin Ra’ali. Keduanya merupakan ABK kapal ikan dan bekerja di Malaysia sejak puluhan tahun lalu,” ungkap Kapolres Wakatobi, di Wangi-Wangi Selasa (8/11).
Menurut Kapolres Wakatobi, La Hadi alias La Idi Bin La Idi, beralamatkan di Sandakan Malaysia Timur. Ia memboyong isteri dan 6 orang anaknya tinggal di Malaysia. Namun alamatnya saat di Wakatobi yakni di Lingkungan Jabal Rahman kelurahan Mandati Tiga Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.
“Dan saat ini, La Hadi alias La Idi Bin La Idi telah membangun rumah di Lingkungan Jabal Rahman Wangi-Wangi Selatan. La Hidi alias La Idi Bin La idi terakhir pulang kampungi di Wakatobi saat lebaran Idul Fitri Tahun 2014 lalu,” kata Didik Supranoto.
Terungkapnya penculikkan itu lanjut Kapolres Wakatobi, dimana La Ane adik kandung La Hidi alias La idi Bin La Idi yang berdomisili di Lingkungan Jabal Rahman Mandati Tiga Wangi-Wangi Selatan dihubungi via telepon celuler oleh nomor isteri dari La Hidi alias La idi Bin La idi. Namun anehnya, saat nomor itu diangkat ternyata bukan suara dari isteri La Hidi alias La Idi Bin La idi.
“La Ane Adik dari La Hidi alias La Idi Bin La Idi mengetahui kalau kakaknya diculik karena karena La Ane dihubungi oleh nomor HP istrinya La Hidi kalau La Hidi diculik. Namun yang bicara saat itu bukan La Hadi atau istri La Hadi. Akan tetapi orang lain yang mengaku berasal dari Bugis Bone dan lokasi sipenelpon saat itu mengaku kerja di Felda daerah sekitar Malaysia,” ucap Kapolres Wakatobi mengutip pernyataan La Ane, adik kandung La Hidi alias La Idi Bin La Idi.
Kata Kapolres Wakatobi, warga Wakatobi lainnya korban penculikkan itu bernama La Utu Bin Ra’ali. Yang bersangkutan beralamtatkan di Desa Balasuna Selatan, Kecamatan Kaledupa. Namun La Utu Bin Ra’ali, memiliki kesamaan dengan La Hadi alias La idi Bin La idi, yang memboyong anggota keluarganya tinggal di Sandakan Malaysia sejak puluhan tahun silam.
La Utu Bin Ra’ali, terakhir kali pulang kampong di Kaledupa bersama isteri bernama Wa Suriani sejak 10 tahun lalu. Saat itu, La Utu Bin Ra’ali, sekaligus mengantar pulang anaknya untuk disekolahkan di kampong.
“Anaknya La Utu Bin Ra’ali yang bersekolah di Kendari Wa Gagu, mengetahui jika bapaknya telah diculik karena ditelpon ibunya di Malaysia pada hari Sabtu 5 November 2016 sekitar pukul 14.00 Wita. Tepatnya 4 jam setelah terjadi penculikkan. Karena penculikkan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita,” tutupnya. (**)

Pin It on Pinterest