Lagi, Dishub Buton Tutup Akses Jalan Pelabuhan Nambo

– La Ode Aeta: Masuk Pelabuhan Harus Bayar Retribusi

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melaui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali menutup akses jalan keluar masuk kendaraan di Pelabuhan Nambo Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton. Pasalnya, pihak perusahaan maupun sahbandar yang beraktifitas bongkar muat barang tidak membayar retribusi masuk pelabuhan.
Demikian diungkapakan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buton La Ode Aeta saat ditemui Baubau Post diruang kerjanya, Selasa (08/11). Dikatakan, harusnya pihak sahbandar meninjau kembali maksud surat edaran Dirjen Kementerian Laut, dan mereka tidak pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Lanjutnya, surat edaran tersebut ditujukan pada perusahan yang memiliki pelabuhan sendiri, bukan bongkar muat di pelabuhannya. “Tidak bisa dipaksakan, harusnya perusahan sendiri yang menentukan pelabuhannya bukan sahbandar, dan itu tidak sesuai dengan surat edaran tersebut, sehingga pihak sahbandar mengancam pihak perusahaan yang tidak bongkar muat dipelabuhannya, maka tidak diberikan izin berlayarnya,” tutur La Aeta.
Akses jalan dibuka kembali, apabila perusahaan membayar retrebusinya dan menutup jika kegiatan telah selesai. Sebab, tidak ada kordinasi dengan Dishub Kabupaten Buton. “Pada bulan september kami menutupnya, dan kemudian membuka jika ada kegiatan yang beraktifitas di pelabuhan nambo dengan membayar retrebusi, setelah selasai kegiatan kami tutup lagi,” katanya.
Menurutnya, jika pihak perusahaan tidak membayar retribusi, maka harus membuat jalan sendiri, karena pengguna jasa pelabuhan merupakan pelayan bukannya raja. Sebelumnya, pihak perusahaan telah membayar retribusi sebesar Rp 4 juta di kas daerah.
“Seharusnya ada kordinasi pihak Sahbandar melakukan koordiansi dengan pemerintah daerah, karena ini bukan negaranya mereka saja, apalagi wilayahnya mereka hanya sedikit di pelabuhan, jadi jangan seperti Raja didaerah ini,” tandasnya. (#)

Pin It on Pinterest