– Dugaan Penganiayaan Siswa

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Amirudin (50) Guru Agama SD 2 Masiri yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya mengambil jalan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Amirudin yang telah mengabdi selama 9 tahun di SD 2 Masiri itu mengaku tidak melakukan kekerasan terhadap siswa bernama Fajrul (9) warga Kelurahan Molagina, Kecamatan Batauga.

Dijelaskannya, dugaan penganiayaan yang terjadi pada Senin (7/11) lalu, hanya untuk mencoba melerai kedua siswa antara Gafur dan Fajrul yang sedang terlibat perkelahian diteras ruang kelas pada sela-sela jam istrahat sekolah.

“Awal kejadiannya itu, saya didatangi oleh siswa, melaporkan perkelahian antara Gafur dan Fajrul diteras ruang kelas, saat itu saya datang ketempat itu dan langsung melerai kedua siswa yang sedang berkelahi,” ucap Amirudin saat ditemui di Mapolsek Batauga, Rabu (9/11).

Dikatakannya, saat itu posisi Gafur yang berbadan besar menindih Fajrul yang badannya kecil. Sementara Gafur terus menghujani Fajrul dengan pukulan mengarah wajahnya. Tak pelak untuk melerai perkelahian lebih jauh, maka Amirudin mengambil sikap dengan menginjak kaki Gafur, dan keluarlah Fajrul dari kepungan pukulan Gafur, yang menyebabkan Fajrul terjatuh dari teras kelas ketanah dengan ketinggian kurang lebih 1 meter.

“Disaat Fajrul terhindar dari pukulan Gafur, Fajrul membalas memukul kearah muka Gafur, namun dengan respon saya menangkis pukulan itu, disaat itulah Fajrul terjatuh dari teras ruang kelas hingga ketanah dan mengakibatkan lutut Fajrul luka memar, Jadi bukan saya yang tendang Fajrul hingga jatuh dari teras, hanya pada saat itu posisi Fajrul sudah berada diujung teras ruang kelas,” tuturnya.

Lanjutnya, terkait informasi para siswa bahwa Amirudin kerap memukulkan ujung spidol ke kepala siswa, ia mengklarifikasi bahwa bukan memukulkan dengan keras ujung spidol tersebut ke kepala para siswa yang bandel, namun dilakukan dengan perlahan.

“Saya memukulkan ujung spidol itu dengan pelan-pelan saja, biasanya agar siswa itu cepat memikirkan jawaban pertanyaan yang saya berikan,” ujarnya.

Sejauh in kata Amirudin, Ibu Fajrul Wa Jupia dan dirinya telah bersepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan tidak akan melanjutkan proses hukumnya. Terkait biaya pengobatan atas luka dilutut Fajrul, Amirudin siap membiayainya hingga sembuh.

“Kami sudah sepakat tadi dimediasi oleh Kapolsek Batauga agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan sebagai konsekuensinya saya akan membiayai pengobatan Fajrul sampai sembuh,” katanya.

Tambahnya, kejadian ini adalah pelajaran buatnya, agar tidak terulang lagi dikemudian hari. “Saya mengambil hikmahnya saja dari persoalan ini. Sebenarnya saya tidak ada niat menyakiti, mereka itu adalah anak-anak saya di sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batauga AKP Anwar SH MH membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, kedua belah pihak baik orang tua siswa maupun Guru Agama SD 2 Masiri Amirudin telah bersepakat untuk menempuh jalan damai dan diselesaikan dengan sikap kekelurgaan.

“Guru atas nama Amirudin bersedia membiayai pengobatan Fajrul hingga sehat, dan kedua belah pihak setuju mengambil jalan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tandas Anwar.(*)

By redaksi

Pin It on Pinterest