Ditakut-Takuti Berkebun di Hutan Lindung, Petani di Desa Wantulasi Curhat Sama Umar Arsal

BURANGA – Anggota DPR RI Umar Arsal mendapatkan keluhan masyarakat petani yang merasa dirugikan atas kebijakan pemerintah terkait kawasan hutan lindung. Keluhan masyarakat ini disampaikan saat legislator senayan itu melakukan reses dan Bakti Sosial (Baksos) di Desa Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut) Kabupaten Buton Utara (Butur), Kamis (10/11).
Diketahui kalau terdapat sebanyak 200 orang masyarakat yang berkebun di gunung Wantulasi dilaporkan kerap diancam oleh pihak Dinas kehutanan karena dinilai melanggar akibat membuka dan memanfaatkan lahan tani di kawasan hutan lindung.
Kondisi ini, oleh masyarakat setempat dianggap sangat merugikan dan mengganggu kenyamanan para petani dalam mencari nafkah.
Adanya keluhan masyarakat seperti itu, sebagaimana diutarakan anggota DPRD Butur, asal Demokrat Muliadin Salenda saat memberikan sambutan pada kegiatan reses itu.
“Hampir semua masyarakat di Desa ini terus mengalami kondisi seperti itu. Saya berharap masyarakat kita tidak lagi ditakuti, saya menginginkan agar masyarakat diajak berdiskusi agar tetap berkebun tanpa merusak hutan lindung,” ungkapnya.
Atas kondisi ini, Muliadin pun meminta kepada Umar Arsal agar dapat mencarikan solusi terbaik agar persoalan ini tidak lagi terus mengganggu pikiran masyarakat.
Menangggapi hal itu, Umar Arsal menjelaskan jika persoalan status hutan lindung sebagaimana yang kerap terjadi, biasanya bisa diturunkan statusnya menjadi hutan produksi.
“Mestinya ada kesepakatan bersama, dan persetujuan resmi dari Bupati dan DPRD Butur secara resmi. Jika hal itu sudah ada, Insya Allah saya bisa membantu memperjuangkan persoalan ini di kawan-kawan saya di Komisi empat karena masalah ini berkaitan erat dengan komisi empat,”tegasnya.
Untuk diketahui, masa reses Umar Arsal di Butur akan berakhir pada Jumat (11/11). Reses terakhir akan dilakukan di Desa Bira Kecamatan Kulisusu Utara. Untuk setiap Reses yang dilakukan Umar Arsal tersebut, terus dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan sunatan masal. (***)

Pin It on Pinterest