Anggota DPR RI Dukung Wakatobi Lakukan Reklamasi Pesisir Pantai

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi Ruda SE, mengatakan Kabupaten Wakatobi hanya memiliki 3 persen daratan dari seluruh wilayah yang ada. Sehingga, daerah pesisir pantai memiliki letak strategis dalam rencana detail tata ruang Kabupaten Wakatobi untuk dikembangkan. Namun disisi lain berbenturan dengan persoalan Amdal.
Hal itu diungkapkan dalam pertemuan dengar pendapat antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Wakatobi dengan anggota DPR RI, Amirul Tamim, dalam rangkaian kegiatan reses anggota Komisi II DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten beberapa waktu lalu.
Menurut Arhawi Ruda, Kabupaten Wakatobi sebagai satu dari sepuluh daerah di Indonesia masuk dalam Top Ten pengembangan destinasi pariwisata. Pemerintah pusat dan anggota DPRI sebagai perpanjang tangan pemerintah dan masyarakat di daerah harus memberikan kemudahan dalam berbagai pemecahan masalah terkait pengembangan kawasan yang dinilai berbenturan dengan aturan lainnya.
“Kabupaten Wakatobi dalam rencana detail tata ruang pesisir pantai dianggap strategis untuk dikembangkan namun berbenturan dengan masalah Amdal. Sehingga kami harus diperjuangkan dalam hal pengembangan pariwisata harus dimudahkan. Padahal kami rencana 2017 ini sudah harus memulai,” ungkap Arhawi Ruda, didepan anggota DPR RI dalam kegiatan reses itu.
Amirul Tamim, usai kegiatan itu mengatakan pengembangan kawasan untuk pengembangan kawasan parwisata penting, namun maslalah Amdal juga itu penting. “Amdal jangan disalah tafsirkan bahwa hanya terkait kondisi alam pengaruh lingkungan yang sempit. Amdal harus dilihat lebih luas,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Menurut mantan Wali Kota Baubau dua periode tersebut, pengembangan kawasan harus juga dilihat dari aspek dampak positifnya terhadap ekonomi, social dan budaya. “Kalau dilakukan rekayasa pesisir melalui reklamasi, itu juga akan member nilai tambah untuk asset masyarakat di pesisir. Harga tanah disekitar pantai akan naik dan lain sebagainya,” ucap Amirul Tamim.
Kemudian dari aspek lingkungan dengan pola pemukiman pesisir, Amirul Tamim, menjelaskan bahwa dengan adanya reklamasi maka limbah cair masyarakat tidak langsung ke laut. “Tapi dengan reklamasi itu bisa meminimalkan resiko-resiko itu dan kualitas air laut lebih baik dan tidak mempengaruhi kualitas terumbu karang yang telah menjadi andalan kawasan Wakatobi. Jadi pengembangan kawasan dengan reklamasi pesisir pantai harus didukung,” tutup Amirul Tamim. (***)

Pin It on Pinterest