Pengamat Ekonomi “Nyalon” Gubernur Sultra

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP – Salah seorang pemgamat ekonomi, Rahman Farisi SE MSE (ARF), mencoba peruntungan untuk maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan menawarkan beberapa program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Beberapa daerah di Sultra telah dikunjunginya untuk mengintensifkan dukungan suara, baik di kepulauan Muna, Buton, Buteng, Baubau, Muna Timur bahkan rencana dalam waktu dekat akan melanjutkan kunjungan di Kolaka.
“Kemarin tahapan pertemuan dengan masyarakat nelayan di Tampo Kecamatan Napabalano kemudian sore kelompok tani di Lasupa Kecamatan Duruka dan Kabawo bertemu dengan tokoh masyarakat, sebagai rangkaian pengenalan dan menyampaikan pada masyarakat soal rencana maju tahapan kontesisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2018-2023,” jelas Rahman saat ditemui di salah satu Restoran di Raha, Sabtu (12/11).
Mantan Staf ahli di DPR-RI ini memaparkan visinya tentang Sultra Nomik, lima kebijakan pembangunan ekonomi untuk sultra yang sejahtera. Dengan visi pertama, agenda untuk peningkatan produktivitas petani, maupun nelayan. Kedua, fokus mendukung pengembangan dan perluasan akses lembaga keuangan para petani, nelayan dan pelaku UKM. Perluasan akses kesulitan masuk dilembaga keuangan karena persolan jaminan dan Bankable (memenuhi persyaratan bank).
“Ini mesti ada jalan keluar sehingga membukakan perluasan akses perusda krida (kredit daerah) petani dan nelayan dan UKM bisa terjamin, sehingga tidak ada bankable dan persoalan agunan bisa teratasi resikonya. Program ini sudah dilakukan dibeberapa daerah yang telah berkembang,” imbuhnya.
Lanjutnya, kurangnya perhatian Pemerintah Sultra terhadap produksi rumput laut, sayur dan buah. Tidak adanya pasar yang bisa mengakomodasi untuk meningkatkan. Melihat hal ini, putra asli Muna ini fokus untuk membuka pasar yang dapat menampung hasil-hasil pertanian, bila dipercaya untuk memimpin Sultra.
Rahman juga, memiliki visi untuk meningkatkan hasil industri tambang di Sultra, tidak di ekspor dalam bentuk mentah, melainakan telah diolah terlebih dahulu. Dia berencana menjadikan Kota Baubau menjadi pusat industri dan perikanan dari Sultra.
Kelima, mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah lainnya di Sultra yang selama ini berpusat di Kota Baubau, Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka. “Muna berbasis tenaga kerja, memberikan keterampilan serta sisi legalitas resmi. Pemda akan menfasilitasi dengan balai pelatihan akan berada di Muna yang akan direncanakan dibantu hubungkan dengan perusahaan luar yang telah sukses,” tambahnya.
Ramhan juga menilai, selama 10 tahun terakhir, pembangunan sektor pertanian, perikanan dan pengembangan UKM di Sultra belum secara maksimal dan tidak memberi harapan kepada masyarakat Sultra.”Dengan tanggapan yang baik dari beberapa daerah yang telah kami kunjungi, saya tetap optimis masyarakat Sultra akan memberikan dukungannya kepada saya sebagai gubernur Sultra,” tutupnya. (*)

Pin It on Pinterest