Saleh Ganiru: Kami Hadir Dengan Konsep Pembangunan Yang Jelas

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP – Saat kampanye terbatas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton Tengah Ir H Abdul Mansur Amila MTP – Saleh Ganiru SAg dengan akronim “Beramal Saleh” yang diadakan di Lapangan I Wayong Kelurahan Watulea pada Kamis (10/11), Saleh Ganiru SAg mendapat sambutan meriah ketika berorasi dihadapan warga.

Dalam orasi politiknya, Saleh Ganiru menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dan dermaga atau pelabuhan yang ada di Tanjung Kaliwu-liwuto Kelurahan Watulea, hanyalah langkah awal untuk memancing kucuran dana dari APBN, sehingga diharapkan kedepan akan ada lagi pembangunan pelabuhan yang lebih besar dan bisa dijadikan pelabuhan utama bersandarnya kapal rute Baubau – Lombe – Kendari.

“Pembangunan jembatan di tanjung yang dilakukan sekarang ini, itu hanya untuk memancing supaya kalau sudah kelar jembatan dengan dana APBD, oleh APBN itu akan dikucurkan jembatan dengan dana puluhan miliar untuk sandarnya kapal super jet, jadi pak Mansur itu sudah berpikir, bahwa kapal cepat Baubau – Kendari, itu harus singgah di Lombe ini sebelum ke Raha, itu terjadi dan pasti terjadi kalau pak Mansur Amila dan saya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah, kalau itu terjadi maka Lombe akan menjadi pusat dari kegiatan masyarakat, orang Mawasangka kalau dia mau ke Kendari pasti ke Lombe, orang Wakuru kalau dia mau ke Kendari dari pada dia ke Raha lebih baik dia ke Lombe, orang Lakudo, Mawasangka Tengah, Mawasangka Timur pasti ke Lombe, artinya apa, yang akan terjadi disini akan menjadi sebuah kota dan terjadi sirkulasi kegiatan ekonomi masyarakat, begitulah langkah-langkah strategi dan begitulah cara berpikirnya seorang Bupati kalau mau kasi maju daerahnya, harus jelas,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, pasangan Beramal Saleh juga mempunyai pengetahuan tentang konsep pembangunan yang jelas untuk membangun Kabupaten Buton Tengah kedepan.

“Kami sebagai calon, pak Mansur sebagai bupati dan saya sebagai wakil punya pengetahuan tentang sebuah konsep pembangunan, karena seorang bupati itu harus punya pengetahuan terhadap apa yang dia mau kerjakan,” pungkasnya.

Tambahnya, ketika masyarakat menentukan pilihan di TPS nanti, tentu terdapat pilihan yang sama dan berbeda, namun perbedaan tersebut tidak akan dijadikan perpecahan di tengah masyarakat, dimana Beramal Saleh hadir dengan menawarkan perdamaian kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buton Tengah.

“Karena ini pilkada maka sudah tentu pilihan itu boleh sama boleh berbeda, saya imbau kepada seluruh tim, pendukung dan simpatisan Mansur Amila – Saleh Ganiru, ajaklah sebanyak-banyaknya rakyat untuk mendukung pasangan ini, tapi kalau yang kita ajak itu tidak mau, jangan dipaksa, jangan ada paksaan, pak Mansur dan saya hadir menawarkan perdamaian, pegawai negeri asal kerja baik-baik, asal bekerja baik tempatmu tetap ditempatmu, asal jangan jadi maling selama kau (PNS) ditugaskan ditempatmu, begitu juga rakyat, kalau rakyat mendukung dan kalau Mansur Amila – Saleh Ganiru menang, apakah yang lain akan kita usir? Tidak, kita akan jadikan mereka sebagai sahabat kita, sebagai saudara kita, jangan karena perbedaan pilihan lantas dijadikan perpecahan,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest