Guru SDN 2 Masiri Yang Diduga Aniaya Siswa Segera Dimutasi

– Penuh Kajian dan Sebagai Bahan Pembelajaran

Peliput: Amirul – Editor: La Ode Adrian

BATAUGA, BP – Meski sebelumnya dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh Guru Agama SDN 2 Masiri Amiruddin (50) terhadapa muridnya Fajrul (9) yang terjadi beberapa waktu lalu telah menempuh jalan damai dan diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak orangtua siswa dan guru tersebut, namun sesuai permintaan orang tua murid kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Dikmudora) Kabupaten Buton Selatan, Amirudin yang diduga melakukan penganiaan harus dipindahkan ke sekolah lain dengan pertimbangan keamanan dan sebagai pembelajaran kepada guru-guru lain agar kejadian serupa tak terulang.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga Kabupaten Buton Selatan Maderuddin SPd MM menyayangkan tindakan Amiruddin sebagai guru agama yang mengajar di SDN 2 Masiri itu. Ia mengatakan akan menindaklanjuti dugaan penganiayaan tersebut ke pihak Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Busel, untuk langkah-langka pemutasian ke sekolah lain.

“Sesuai permintaan orang tua murid, jadi kami tindaklanjuti namun hal ini harus dipelajari dan dievalusi dulu secara seksama, misalnya jika dipindahkan siapa yang akan mengisi kekosongan guru agama tersebut di SDN 2 Masiri,” kata Maderuddin saat ditemui pada Senin (14/11).

Dijelaskan, dari pemutasian tersebut harus dipikirkan pengganti guru yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, dimana pemutasian ini masih dalam proses dengan mengirim surat ke pihak BKDD Kabupaten Busel untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku. Untuk itu, Ia mengimbau kepada guru-guru di Buton Selatan untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak didik dikarenakan terdapat sanksi yang sangat atas tindakan tersebut, dan mengingat guru merupakan orangtua siswa di sekolah.

“Jadi saya himbau kepada guru-guru jangan melakukan tindak kekerasan seperti itu lagi, ini ada pembejaran, karena kalau ada lagi seperti itu saya akan tindaki secara tegas,” pungkasnya.

Tambahnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Dikmudora Kabupaten Busel yang akan segera melakukan pemutasian terhadap guru agama tersebut sesuai pertimbangan keamanan, pisikologi, serta permintaan orang tua murid dan tokoh masyarakat.

“Saya harap guru sebagai pendidik harus mengerti tupoksinya, apalagi murid-murid ini adalah generasi Busel yang akan datang, maka sepatutnya sebagai guru harus membekali murid dengan nilai-nilai budi pekerti,” tandasnya.(*)

Pin It on Pinterest