DKP Busel Bahas Hasil Identifikasi Sosial Ekonomi Nelayan

Peliput: Amirul – Editor: La Ode Adrian

BATAUGA, BP- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Busel Ir Heru Sungkowo mengatakan, fokus grup telah membahas hasil identifikasi sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Buton Selatan (Busel), serta pengembangan usaha kelautan dan perikanan di Busel.

Dikatakannya, hasil dari identifikasi tersebut akan dikembangankan dan dijadikan dasar lembaga dan kementerian dalam pengembanhan Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT).

“Artinya sehingga akan fokus pada produk-produk, kegiatan dan strategi apa yang dikembangkan PSKPT di Busel kedepan,” ucap Heru Sungkowo saat ditemui usai kegiatan FGD di Gedung Lamaindo, Rabu (16/11).

Dijelaskan, hal tersebut dilakukan berdasarkan masing-masing Kabupaten dari 20 kabupaten yang mendapat PSKPT memiliki keunggulan spesifik wilayah, dan nantinya pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan bakal menggali dan mengembangkan masing-masing spesifikasi tersebut, agar program-program ditahun 2017 akan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dalam identifikasi sosial ekonomi ini diketahui analisis SWOT-nya, jadi dimana keunggulannya dimana kekurangannya, dimana kekuatannya akan muncul rekomendasi masing-masing Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan dan lembaga yang terlibat dalam program PSKPT akan dimasukan dukungan untuk program-program selanjutnya,” tuturnya.

Selain itu, PSKPT mendapat dukungan dari berbagai lembaga, dan pengembangannya yang disinerginkan dengan kepentingan pusat, provinsi dan daerah, serta masyarakat dan swasta.

“Intinya untuk mengindentifikasi kebutuhan lokal masyarakat kita, keunggulan-keunggulan komperatif kita apa, dari segi fasilitas dan prasarana apa yang sudah ada, yang belum ada dan apa yang diadakan. Dari tim akan mengeluarkan rekomendasi, yang didapat dari masukan-masukan masyarakat, penyampaian kuesoner dilapangan jadi identifikasi data primer dan data sekunder terakhir dari forum FGD ini,” ujarnya.

Tambahnya, jika dilihat dari hasil identifikasi dilapangan, kebanyakan masyarakat Busel merantau keluar daerah akibat kurangnya pemasaran produk kelautan dan perikanan di Busel. Sehingga salah satu point dalam FGD PSKPT yakni bagaiamana membuat peningkatan fasilitas pemasaran penangkapan ikan dan budidaya ikan.

“Misalnya dalam segi peningkatan penangkapan, nanti kita programkan pembuatan kapal-kapal ikan tuna ukuran 3-5 GT, karena potensi kita itu. Misalnya kita akan kembangkan UN-line untuk penangkapan ikan cakalang, karena keunggulan kita itu sumber daya ikan cakalang dan nanti pengadaan rumpon dan lain sebagainya kita akan sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kemudian fasiltas pembuatan pabrik es balok yang sudah direncakan oleh Kementerian Kelauatan dan Perikanan yaitu Direktoran Jendral penguatan daya saing kelautan dan perikanan nanti akan dibangun pabrik es balok ditahun 2017 di Sampolawa,” paparnya.

Heru Sungkowo juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat secara keseluruhan, baik itu tokoh masyarakat maupun pelaku bisnis di Busel sehingga program tersebut bisa berjalan dengan lancar.

” Harapan kami semua program ini didukung penuh oleh pemerintah pusat, pemprov, daerah, masyarakat bahkan pelaku bisnis,” pungkasnya.(*)

Pin It on Pinterest