Pendapatan dan Belanja Daerah dalam RAPBD 2017 Kota Baubau Alami Penurunan

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dalam rencana pelaksanaan APBD 2017, Pemerintah Kota Baubau memberikan gambaran kepada DPRD mengenai anggaran pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Baubau, Hj Wa Ode Maasra Manarfa dalam Rapat RAPBD 2017 di gedung DPRD, Kamis (17/11).
Dari segi pendapatan daerah, direncanakan pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp 799,09 miliyar yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 60,25 miliyar, dana perimbangan Rp 714,64 miliyar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 24,20 miliyar. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp 23,73 miliyar atau sekitar 2,88 persen dari Perubahan ABPD 2016 sebesar Rp 822,83 miliyar.
Kebijakan penurunan ini disebabkan adanya pengurangan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat, utamanya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berkurang sebesar Rp 85,27 miliyar. Sementara pada tahun anggaran 2016 dialokasikan sebesar Rp 235,23 miliyar, sehingga pada tahun 2017 menjadi Rp 150,99 miliyar.
Selain itu, dana insentif daerah juga mengalami penurunan sebesar Rp 28,99 miliyar, sehingga pada tahun anggaran 2017 menjadi Rp 7,5 miliyar dari yang sebelumnya Rp 36,49 miliyar pada tahun anggaran 2016. Pada sektor PAD Kota Baubau pada tahun anggaran 2017 direncanakan meningkat hingga Rp 60,25 miliyar dari yang sebelumnya Rp 59,65 miliyar pada tahun anggaran 2016, atau meningkat Rp 598 juta.
Dari segi belanja daerah, direncanakan dalam RAPBD 2017 sebesar Rp 845,72 miliyar, atau lebih rendah dibandingkan dengan alokasi belanja daerah pada Perubahan ABPD 2016 sebesar Rp 987,94 miliyar. Belanja tidak langsung daerah dalam RAPBD 2017 direncanakan sebesar Rp 427,19 miliyar, yang akan dipergunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan bagi PNS, pembayaran iuran asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja, insentif pemungutan pajak dan retribusi, pemberain bantuan sosial dan hibah, pemberian bantuan keuangan kepada provinsi dan partai politik, serta pencadangan untuk belanja tidak terduga.
Pada kelompok belanja langsung, pada RAPBD 2017 direncanakan sebesar Rp 418,52 miliyar, untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan prioritas untuk bidang pembangunan, seperti peningkatan sarana dan prasaran perkotaan, peningkatan infrastruktur perkantoran, peningkatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian sumber daya alam, peningkatan sumber daya manusia, dan program yang peninkatan sosial dan ekonomi perkotaan.
Sedangkan dari segi pembiayaan daerah, penerimaan pembiyaan daerah dalam APBD 2017 direncanakan sebesar Rp 55,77 miliyar yang ditargetkan dari SiLPA 2016 yang diperkirakan berasal dari sisa belanja DAK, sisa belanja gaji dan tunjangan, penyaluran bantuan kesehatan dari pemerintah provinsi, serta penyaluran kembali DAU dari pemerintah pusat pada November dan Desember.
Sementara itu, untuk pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 9,14 miliyar yang digunakan untuk penyertaan modal pemerintah kepada lembaga perbankan dan perusaahaan daerah sebesar Rp 9 miliyar, dan rencana pengembalian pembelian dum mobil kepada lihak terkait.
Seluruh pendapatan dan belanja daerah anggaran tahun 2017 yang telah direncanakan Pemerintah Kota Baubau, menunjukkan selisih antara pendapatan daerah dengan belanja daerah sebesar Rp 46,62 miliyar, atau mengalami defisit. Hal ini akan ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp 46,62 miliyar, yang berdasarkan Permendagri No 31/2016 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2017. (**)

Pin It on Pinterest