Polres Muna Lakukan Kampanye Keselamatan Lalu Lintas di Butur

Peliput: Darson

BURANGA, BP – Sebagai langkah untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan berlalu lintas di wilayah Buton Utara (Butur) khususnya di Kecamatan Kulisusu, Polres Muna bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat melakukan sosialisasi dengan tema kampanye aksi keselamatan berlalu lintas oleh Polri dan instansi terkait serta masyarakat bersama-sama beretika santun di ruang publik menuju indonesia tertib.
Kegiatan untuk menumbuhkan jiwa kesadaran tertib berlalu lintas tersebut nantinya akan dilakukan hingga 10 hari kedepannya.
Plt Sekda Butur La Ode Baharuddin saat pertemuan dengan pihak Polres Muna melalui satuan Lalu Lintas beserta jajaran Polsek Kulisusu, Jum’at (18/11) di Aula Bappeda, mengatakan bahwa betapa pentingnya keselamatan berlalu lintas. Untuk Butur sendiri diakuinya dengan melihat secara kasat mata atas kesadaran berlalu lintas masih kategori rendah.
“Kenapa ada ide seperti ini dari Polres Muna, karena dilihat Butur ini termaksud daerah rawan berlalu lintas dan sering terjadi kecelakaan,”katanya.
Oleh karena itu, Pemda Butur sangat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang bakal fokuskan di Butur.
“Kita perlu bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kampanye ini dapat memberikan kesadaran dan memberikan pengendalian dari diri sendiri terkait keselamatan berkendara,”ujarnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Muna Iptu Alfin menjelaskan yang mendasari kegiatan ini aksi kampanye berlalu lintas yakni Undangan-undang No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas, angkutan dan jalan. Dimana dalam UU ini sudah diatur dalam berlalu lintas dari segala macam kendaraan.
Yang paling penting, sambung Alfin melihat tingkat kerawanan berlalu lintas di Butur. Sebagaimana, data yang dimiliki pihaknya bahwa Butur masuk dalam kategori rawan berlalu lintas.
Data kecelakaan lalu lintas di Butur tahun 2015 lalu berjumlah 15 orang, diantaranya korban yang meninggal ada 6 orang, luka berat ada 7 orang,
dan luka ringan ada 9 orang. Kemudian data lakalantas dari bulan Januari sampai bulan Oktober Butur 2016 yaitu korban meninggal dunia 4 orang, luka berat 4 dan luka ringan 9, dengan kerugian materi sebesar Rp 25 juta.
“Jadi Kecelakaan ini merupakan musuh nomor satu pembunuh manusia dari pada perang. Banyaknya kecelakaan diakibatkan tiga faktor penyebab kecelakan yaitu manusia, kendaraan dan alam,”jelas Alfin.
Seperti yang diungkapkannya, kejasian kecelakaan di Butur rata-rata pengguna sepeda motor korban yang meninggal disebabkan benturan,karena tidak menggunakan helem.”Terus bagai mana solusinya agar menghindari kecelakaan yang pertama harus kita patuhi UU tentang lalau lintas No.22 tahun 2009,”harapnya.
Kedepannya, ungkap Alfin untuk melakukan penindakan kepada pelanggar lalulintas akan diintesintaskan lagi melalui Polsek Kulisusu. “Nanti Polsek Kulisusu akan diberikan kartu tilang, ini demi kebaikan kita bersama,”ungkapnya.
Pertemuan kali ini, diikuti juga Dinas Perhubungan Butur, dan utusan instansi serta beberapa masyarakat Butur. (***)

Pin It on Pinterest