Dikerasi, Dua Siswa SMAN 4 Baubau Bakal Polisikan Kepseknya

– Arif Tasila Bantah Lakukan Tindakan Kekerasan

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Dua orang siswa SMAN 4 Baubau mengaku telah mendapat tindakan kekerasan dari kepala sekolahnya (Kepsek) sendiri. Hal ini dilatar belakangi oleh ketidakhadiran kedua korban pada salah satu stasiun TV lokal di Kota Baubau, untuk melakukan sesi wawancara mengenai prestasinya dibidang olahraga bola voli pada Jumat (18/11).
Salah satu korban, Fardin menuturkan, alasan mereka tidak hadir karena takut terkena sanksi tilang karena sekarang operasi zebra sedang berlangsung. Namun demikian dia menyayangkan, tindakan yang dilakukan oleh kepseknya yang menurutnya berlebihan.
“Kepsek menyuruh kami untuk pergi ke Kepton TV untuk wawancara mengenai prestasi kami dibidang olahraga voli, hanya memang kami tidak hadir karena ada sweeping. Hanya itu yang dipermaslahkannya tadi, terus kepsek marah, dan menendang bagian kaki saya,” tuturnya saat ditemui dikediamannya, Sabtu (19/11).
Siswa kelas XII IPA ini mengaku, selain mendapat kekerasan fisik, kepsek juga sempat mengeluarkan kata makian terhadapnya. Setelah itu mereka dinyatakan dipecat sebagai siswa SMAN 4 Baubau pada hari itu juga, Sabtu (19/11).
“Kepsek mengatakan tidak ada lagi ampunan bagi kami berdua, sehingga kami langsung dikeluarkan dari sekolah. Dia tidak mau lagi melihat kami berada dilingkungan sekolah, saya diusir dari lingkungan sekolah,” bebernya.
Paman korban, Darlan menambahkan, pihak keluarga merasa tidak puas dan akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian, agar kepala sekolah ditindak lebih lanjut. Menurutnya, apa yang dilakukan keponakannya adalah kesalahan yang kecil, sehingga tidak pantas mendapat perlakuan kasar, hingga dikeluarkan dari sekolah.
“Hari senin kalau mereka berdua tidak diterima di sekolah, maka kami akan mengambil langkah. Kami ingin melaporkan kasus ini ke polisi agar dikembangkan. Lebih baik keluarkan saja keponakan kami dari sekolah, tapi jangan sentuh fisiknya lagi,” ungkapnya.
Sehingga Darlan menyayangkan tindakan kepsek yang mengambil langkah yang terlalu dini, dalam memberi sanksi kepada anak didiknya. “Mereka ini baru satu kali berbuat yang tidak diinginkan oleh guru, saya kira ada langkah lain jangan ambil tindakan seperti itu,” katanya lagi.
Ditempat terpisah, Kepala SMAN 4 Baubau Arif Tasila membantah telah melakukan tindakan kekerasan kepada kedua siswa kebanggaanya itu. Dia mengaku tidak sengaja menyentuh lutut siswanya saat sedang dimarahi.
“Barangkali mereka kecewa karena saya marahi, tapi kami tidak melakukan kekerasan kepada mereka, mungkin lutut saya menyentuh lututnya, tapi kami tidak bermaksud apa-apa,” akunya.
Arif juga membantah telah mengeluarkan kedua siswanya itu dari sekolah. Mereka hanya disuruh pulang, karena sudah hari Sabtu dan jam sekolah tidak lama lagi akan usai. “Kami tidak mungkin mengeluarkan mereka dari sekolah, karena mereka adalah kebanggaan kami yang berprestasi dibidang olehraga bola voli, nanti hari Senin mereka boleh masuk sekolah lagi,” katanya.
Selain itu, Arif juga mengaku tidak mengeluarkan kata hinaan kepada anak didiknya itu. Dia hanya berusaha menasehati anak didiknya yang berasal dari luar Kota Baubau ini, agar sadar bahwa pihak sekolah telah berusaha mengorbitkan mereka agar prestasinya lebih terekspos ke publik. Dia menduga anak didiknya ini salah menangkap maksud dari perkatannya itu.
Namun demikian Arif mengaku marah dan kecewa dengan kelakuan dua siswanya ini yang tidak tepat janji. Terlebih mereka berdua telah menyetujui untuk ikut sesi wawancara di salah satu stasiun TV lokal tersebut. Tanpa konfirmasi kepadanya, kedua siswa ini telah membatalkan sesi wawancara, sehingga Arif mengaku cukup malu karena telah terikat janji dengan stasiun TV lokal tersebut.
“Anak ini menjengkelkan sekali, mereka sudah menyetujui untuk wawancara dan sudah kami berikan uang transpornya tiba-tiba tidak datang, kami hubungi tidak aktif, mengapa tidak konfirmasi kepada kami agar diganti oleh siswa yang lain saja,” pungkasnya.
Mengenai upaya keluarga korban yang akan memperkarakan hal ini di kepolisian, Arif menerima hal ini sebagai hak keluarga mereka. Namun dia mengharapkan adanya konfirmasi pihak keluarga kepadanya untuk menyelesaikan duduk perkaranya. (**)

Pin It on Pinterest