Ini Dia Sejarah Singkat Perjalanan BLUD RSUD Baubau

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP – RSUD Baubau memili sejarah panjang lebih dari 60 tahun yang lalu yaitu sejak masa kemerdekaan 1947. RSUD Baubau dibangun diatas sebuah lahan di pusat kota di dekat Pelabuhan Murhum dengan tujuan agar memudahkan akses kepada masyarakat karena saat itu merupakan alat transportasi utama masyarakat Buton.
Sejak bergabung di Provinsi Sultra tahun 1959, RSUD menjadi RSUD Buton dan pada tahun 1978 RSUD kabupaten termasuk RSUD tipe B dan sesudahnya berdasarkan keputusan Menkes 1997 RSUD Kabupaten Buton ditetapkan sebagai RSUD tipe C.
Berdasarkan UU RI Nomor 13/2001 tentang pembentukan Kota Baubau maka RSUD Kabupaten Buto diserahkan kepada pemerintah Kota Baubau dan berubah nama menjadi RSUD Baubau. Hal itu sejalan dengan penyerahan aset-aset seluruh Kabupaten Buton yang berada di wilayah administrasi Kota Baubau kepada Kota baubau.
Bulan Agustus 2008 RSUD Baubau pindah ke kawasan palagiamata dan beropeasi secarfa openuh setelah rumah sakit baru dengan styatus kepemilikan Pemnkot Baubau dan tahun 2015 RSUD Baubau berubah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).
Dalam perjalanannya RSUD Baubau telah dipimpin 20 orang direktur mulai dari dr Cia Sutiau yang berkebangsaan Cina, dr Cock dan dr Tenham berkebangsaan Belanda, dr Stedler berkebangsaan Jerman, dr Abunawas, dr Sumadi, Mr Muzuni, dr Wikauli dari Ambon, dr Widayat, dr M Suyudin, dr Wiyoto, dr Indra, dr Andi palawaruka, dr Alex , dr Aminnompo, dr La Ode Sudil Baenu, dr Mahyuddin, dr Aminuddin, dr Zamri dan dr Hasmuddin.
Sejak tahujn 2014 BLUD RSUD telah menjadi rumah sakit rujukan regional kawasan Sultra Kepulauan dsan hingga kini terus berbenah dan berdasarkan amanah UU, maka rumah sakit ini akan mengikuti penilaian akreditasi RSUD tahun 2017. (***)

Pin It on Pinterest