JPKP Sebagai ‘Tangan’ dan ‘Telinga’ Presiden RI Jokowi

image_pdfimage_print

Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kota Baubau ternyata sebagai ‘telinga’ dan ‘tangan’ Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana JPKP juga tersebar diseluruh wilayah Indonesia, mulai dari provinsi hingga daerah.
Sekretaris DPC JPKP Kota Baubau Tukimin, mengutip kalimat Presiden RI Joko Widodo saat Launching website www.LAPOR.go.id (Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat) di Istana Presiden pada 7 Maret 2016 di Jakarta mengatakan, jika mendapati permasalahan pada tiap-tiap daerah terutama dalam masalah pembangunan, diharapkan kepada JPKP untuk segera ‘membisikan’ hal itu ke ‘teling’ Jokowi, untuk ditelusuri asal muasal masalah tersebut.
“Ini adalah komentar Presiden (Jokowi), beliau mengatakan, ‘saudara-saudara sekalian relawan JPKP, mari bergerak bersama-sama, mengawal perubahan yang akan kita lakukan. Kalau ada yang belum betul, bisikan ke saya, kalau ada instansi di kementrian yang perlu diperbaiki di rektorat jenderal mana, bisikan ke saya, kalau ada di daerah-daerah yang memerlukan bantuan perbaikan juga tolong diinfokan ke saya, karena mengawal perubahan ini ada pekerjaan kita semua.’,” pungkas Tukimin mengutip kalimat Jokowi melalui data yang direkapnya, Selasa (22/11).
Dilanjutkannya masih mengutip kalimat Jokowi, Presiden RI juga mengarapkan agar program pembangunan dapat dikomunikasikan secara merata kepada seluruh masyarakat, terutama yang ada di daerah-daerah dan pinggiran. Aspirasi masyarakat seringkali tidak terakomodir, dikarenakan ruang komunikasi tersumbat, hal inilah yang dianggap harus dibangun oleh JPKP ditengah masyarakat.
“Untuk itu saya berharap kepada seluruh relawan JPKP, untuk terus bekerja dan bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam mengawal pembangunan agar tetap dalam sel rel aspiratif,” tandas Tukimin berdasarkan kutipan Jokowi.
Untuk di Kota Baubau sendiri, relawan JPKP kurang lebih 26 orang, yang terbagi dalam delapan divisi berbeda-beda. Tukimin menjelaskan, JPKP adalah relawan terstruktur, yang tidak terkait dengan parpol manapun dan bukan merupakan LSM, serta para relawan yang tidak di gaji.
“Jadi JPKP betul-betul murni bagaimana mengawal pembangunan bersama-sama dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kota Baubau. Kemudian pada tingkat kelurahan juga hari ini sudah mulai minta untuk dibentuk sebagai perpanjangan tangan dari DPD JPKP Kota Baubau, jadi masing-masing keluraha di Kota Baubau ingin membantu,” katanya.
Untuk diketahui, DPD JPKP Kota Baubau resmi terbentuk di Kota Baubau pada 31 Agustus 2016. JPKP juga bukan partai politik, sehingga kiprah organisasi sejak berdirinya senantiasa dijiwai dengan “nawaitu” untuk melakukan pendampingan atas kebijakan pembangunan beserta implementasinya.
Dijelaskan oleh Ketua DPD JPKP Kota Baubau Amaludin, JPKP terstruktur dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten kota, hingga kecamatan, dengan kepengurusan tingkat pusat bergandengan tangan dan bekerjasama dengan Kepala Staf Presiden RI. Titik berat perhatian JPKP akan mengarah pada usaha mengawal segala kebijakan dan implementasi pembangunan.
Adapun ruang lingkup aktivitas JPKP adalah memberi perhatian dan pengawalan utamanya pada bidang-bidang perencanaan, penyediaan data, pendampingan dan pengawalan, penyuluhan serta sosialisasi.
Amaludin menambahkan, eksistensi dan terbentuknya JPKP khususnya di Kota Baubau adalah dalam kerangka partisipasi dan kontribusi terhadap realisasi guna terciptanya Trisakti, Nawacita dan Revolusi Mental guna mewujudkan pelayanan kepada masyarakat Kota Baubau secara optimal.
Sedangkan website www.LAPOR.go.id sendiri adalah situs pengaduan yang diresmikan oleh Presiden RI Jokowi, sebagai wadah untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat Indonesia melalui JPKP pada tiap-tiap daerah.(*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This