2018, Gaji Pegawai Honorer Lingkup Pemkab Buteng Naik Drastis

image_pdfimage_print

– Dari Rp 400 Ribu ke Rp 1,5 Juta Perbulan

Peliput: Alan – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Rencananya, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buton Tengah (Buteng), akan menaikan gaji para pegawai honorer lingkup Pemkab Buteng pada 2018 mendatang.

“Gaji para honorer yang awalnya Rp 400 ribu perbulan menjadi Rp 1,5 juta, Ini adalah janji Bupati dan Wakil Bupati sewaktu kampanye dulu,” tutur Kepala Badan Kepegawaian Daerah Buteng Sarmin SPd MPd saat ditemui di Setda Buteng pada Selasa (3/10).

Dijelaskannya, sebenarnya kenaikan gaji para pegawai honorer akan direalisasikan pada tahun 2017 ini, namun karena banyaknya pertimbangan serta minimnya anggaran yang ada, maka otomatis akan direalisasikan pada tahun berikutnya.

“Jadi untuk tahun ini, gaji belum bisa dinaikan karena di anggaran perubahan kemarin SKPD tidak ada yang berinisiatif untuk meningkatkannya, jadi pada tahun 2018 akan coba direalisasikan karena juga kita mempertimbangkan SK para honorer tahun 2017 yang berakhir di Desember,” katanya.

Selain itu, sebagai Kepala BKD Buteng, Sarmin juga terus berupaya untuk mengkaji segala sesuatunya baik dari segi anggaran, hingga persoalan jumlah para tenaga honorer, agar kenaikan gaji ini dapat tertata dengan baik.

“Jika ini menjadi suatu keharusan dalam menaikan gaji para honorer, maka salah satu cara kedepannya semua honorer akan di seleksi. Sekarang kan honornya rata rata Rp 400 ribu, nah kalau mau digajikan hingga Rp 1,5 juta berarti honornya empat orang akan jadi satu orang. Jadi itulah makanya harus adakan pengkajian khusus tentang itu,” jelasnya.

Didalam seleksi inipun nantinya tambah Sarmin, harus dipikirkan secara matang, karena harus ditentukan jenis seleksi serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus juga sudah dapat merincikan kebutuhan para stafnya masing-masing.

“Kita juga harus menentukan, misalnya kita harus tes menggunakan komputer sedangkan kita tidak punya komputer, dan kalau anggaran memungkinkan kita tes berdasarkan kompentensi masing -masing. Jadi kita harus tau kebutuhan dinas itu sarjana apa,” pungkasnya.(#)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This