Bupati Diminta Kembalikan Nawacita Pemekaran Busel

image_pdfimage_print

Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Masyarakat menilai kinerja birokrasi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) sudak tidak sesuai dengan nawacita awal Busel dimekarkan. Bupati dan Wakil Bupati Busel Agus Feisal Hidayat dan La Ode Arusani mendapat kritikan tajam dari salah satu tokoh pemekaran Busel, La Ode Masrizal Mas’ud

Betapa tidak, Buton Selatan yang diperjuangnya kini sudah keluar dari jalur dari nawacita awal pemekaran dan harapan seluruh masyarakat Busel

Masrizal menilai, fakta yang terjadi terlihat pada tingkat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Busel yang merupakan abdi dan pelayan masyarakat, malas masuk kantor ketika Bupati dan Wabup tidak berada di Busel.

Menurut Masrizal, memang tidak etis untuk mengkritik soal disiplin ASN, namun sebagai masyarakat yang memiliki andil dalam pemekaran sudah sepatutnya mengingatkan pemerintah sehingga dapat menata kembali laju roda pemerintahan

“Tidak etis dikomentari , tetapi ini harus disampaikan,” ucap Masrizal

Kata dia sikap para ASN yang sering bolos kerja sangat berdampak pada laju pelayanan masyarakat. Untuk itu pemerintah daerah mengambil langkah untuk mengevaluasi kinerja para pejabat yang belum lama dilantik

“Secara pribadi, saya melihat seharusnya pemerintah harus jeli melihat kondisi ini. Memilah yang mana kontes masyarakat yang mana konteks politik dan konteks lain-lainnya atau faktor X nya yang mana. Sehingga prioritas atau pengambilan kebijakan proporsional itu terlihat, tidak sepihak dan tidak menguntungkan pihak lainnya. Apalagi pihak lain yang saya maksud ini tidak sama sekali berhubungan dengan urusan Busel. Misalkan yang bersangkutan dari luar Busel atau yang lainnya,” nilainya

Ia meminta dengan tegas kepada pemangku kebijakan di pemerintahan Busel agar menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan nawacita awal pemekaran Busel yang akan memberdayakan putra daerah tanpa campur tangan dari pihak luar

“Untuk apa negeri ini mekar, mengapa negeri ini mekar dan untuk siapa negeri ini mekar. Apakah untuk masyarakat Busel ataukah untuk orang-orang yang tidak berkontribusi terhadap perkembangan dari masa kemasa Busel. Ini harapannya kembalikan Busel ini kenawa cita awal pemekaran,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This