Mengenai Status Tenaga Magang Kadis dan Sekertaris Dinkes Buton Beda pendapat

image_pdfimage_print

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Mengenai status tenaga magang khususnya di bidang kesehatan, Kepala Dinas dan Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton beda pendapat, Pasalnya Kepala Dinkes, H Sumardi menyebutkan 14 Puskesmas di wilayah kerjanya tidak ada lagi status tenaga magang sementara sekretaris Dinkes mengatakan masih ada tenaga magang atau tenaga suka rela.

“Hari ini, (Senin-Red), Ya sudah PTT semua, PTT daerah, tapi setelah itu tidak menutup kemungkinan, besok, lusa dan seterusnya karena ini ada terus,” Kata kepala Dinkes Kabupaten Buton, H Sumardi ketika ditemui Baubau Post diruang kerjanya Senin (26/033)

Dijelaskan, Peralihan Tenaga magang di 14 Puskesmas dan di Dinas Kesehatan menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) daerah dilakukan sejak 2016/2017, Untuk jumlah PTT di tahun 2017 sebanyak 177 dan ditahun 2018 PTT menjadi 321.

“PTT setiap tahun kita usulkan, hanya 2018 ini jumlahnya meningkat lagi, 2017 jumlah PTT 177, Jumlah PTT 321, Dokter Umum dan Dokter gigi 24, penambahan di tahun 2018,” katanya

Menurutnya, Peralihan Tenaga magang menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di bidang kesehatan merupakan komitmen pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Buton, Untuk memudahkan dan mendekatkan pelayan pada masyarakat.

“Perhatian pemerintah daerah disini sangat luar biasa, karena itu untuk membekap dari pada, pelayanan yang ada pada pelayan dasar, Bekap pelayan, mendekatkan pelayan dan memudahkan pelayanan, dengan adanya kecukupan dari pada tenaga baik itu dokter, bidang, perawat dan tenaga kesehatan lainya,” katanya

Dikatakan, Itulah jawaban komitmen daerah, untuk memperhatikan terhadap tenaga tenaga kesehatan yang menjadi alumni dari perguruan tinggi,

“Melalui Dinas Kesehatan sebagai tenaga teknis, mengusulkan dan disetujui oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, Semua tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan kita sudah jadikan PTT,” Terangnya

Diahlikannya tenaga magang atau tenaga suka rela menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) daerah sehingga bisa mendapatkan jasa dari Dana Kapitasi yang bersumber dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sementara tenaga magang di puskesmas atau di Dinas Kesehatan tidak mendapatkan jasa dari Kapitasi melainkan kebijakan dari pimpinan

“Ya bisa, pada akhirnya mereka bisa, berdasarkan jumlah kinerja, untuk menambah penghasilan mereka sudah bisa dihitung, sudah disposisikan sama dengan PNS, karena mereka SK Bupati, Tenaga magang yang namanya sudah bekerja tetap diperhatikan tapi tidak sama dengan PNS, apa lagi dia rajin disitu lah pemimpin bagaimana memperhatikan tenaga tenaga seperti itu,” “katanya

Kata dia, tenang magang tidak mendapatkan gaji, karena tenaga magang dia sifatnya sukarela atau forunter, jadi tidak menuntut gaji tidak menutup fasilitas,

“Karena mereka (Magang-Red) mengabdikan profesi dan keilmuannya, tidak hilang, karena kapan satu dua tahun tidak dipraktekan itu, mereka tidak melakukan pelayanan atau tindakan kepada masyarakat, maka dengan sendirinya ilmunya akan hilang,” Tutupnya

Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan (Sekdin), Jufri berbanding terbalik dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan, H Sumardi ketika dikonfirmasi Baubau Post, dikatakan, pegawai magang atau tenaga suka rela di 14 Puskesmas dan Dinas Kesehatan masih ada.

“Jelas masi ada, non Honorer tenaga suka rela, Semua Puskesmas, belum semua tenaga PTT, tenaga magang di 14 Puskesmas itu masih ada, dari tahun 2017 ini,”

Dijelaskan, Tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) khususnya dibidang kesehatan sejak tahun lalu tidak ada penambahan melainkan Tenaga PTT yang diperpanjang kontraknya dan tenaga magang jasanya dibayarkan melalui Daftar Pagu Anggaran (DPA) Artinya kasian dari pada mereka mondar mandir begitu sementara kita butuhkan.

“Sudah PTT, tapi diperpanjang dari tahun lalu, kita perpanjang saja, tidak ada penambahan penambahan hanya kita perpanjang, Ada tenaga magang tapi honorer, iya, kebetulan di anggarkan melalui DPA,”

Kendati Demikian, untuk mengenai jumlah tenaga magang atau tenaga suka rela di seluruh Puskesmas dan dinas Kesehatan, Sekdin Kesehatan, Jufri tidak mengetahui secara pasti.

“Saya belum bisa menyebutkan jumlah keseluruhan, kecuali kita ambil lagi datanya dipuskemas karna jangan sampe saya salah, tapi pastinya tenaga magang masih ada di puskesmas,” Tutupnya

X

Pin It on Pinterest

X
Share This