Petani Busel Kurang Berminat Tanam Jagung Hibrida

image_pdfimage_print

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Dinas Pertanian Buton Selatan tahun 2017 mendapat bantuan bibit jagung hibrida dari Kementerian Pertanian (Kementan) dengan luasan lahan tanam kurang lebih 513 hektar dengan potensi panen 5 ton perhektar .

Diakhir tahun 2017, jagung hibrida bantuan pusat itu tiba di Buton Selatan dan telah disebar ke kelompok tani di 30 desa yang tersebar tiga kecamatan, Batauga, Sampolawa dan Lapandewa. Upsus Pajale yang merupakan program pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan di daerah menuju ketahanan pangan nasional. Di Busel hasilnya tidak berjalan sesuai rencana, pasalnya masyarakat petani Busel lebih cenderung menanam jagung lokal.

Kepala Dinas Pertanian Busel, Haruna S.P, MSi mengatakan alasan masyarakat petani Busel menanam jagung lokal karena pasarnya jelas dari pada jagung hibrida dan potensi
harga jual dipasar lebih menguntungkan bagi petani.

“Saya melihat masyarakat petani di Buton Selatan lebih cenderung menanam jagung lokal dari pada jagung hibrida, alasannya dikonsumsi sendiri, pemasaran cukup menjanjikan serta lebih menguntungkan dari pada jagung hibrida,” tutur Haruna saat ditemui di ruangnnya belum lama ini

Kelemahan lain dari jagung hibrida adalah cepat rusak jika disimpan lama dan keras jika dikomsumsi. Berbeda dengan jagung lokal. Kata Haruna, soal pemasaran jagung hibrida Bulog menerima dengan patokan harga nasional namun informasi ini belum tersosialisasi dengan baik dikalangan masyarakat petani Busel

“Ada beberapa desa satu dua ton hasil panen jagung hibrida, memang ada yang beli tetapi hanya sedikit bukan jumlah banyak. Bolug memang membeli tetapi ini kurang sosialisasikan,” ucapnya

Saat ini jagung hibrida bantuan pusat yang telah dibagikan masih disimpan oleh kelompok pateni. Ditahun 2019, Dinas Pertanian akan genjar melakukan sosialisasi sehingga masyarakat petani kembali menanam jagung hibrida

Ditambahkannya sosialisasi pengembangan jagung hibrida dan potensi nilai jual serta pemnfaatannya untuk diindustri ternak belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Untuk itu pihaknya ditahun 2019 gencar mensosialisasikan hal itu. Pasalnya potensi lahan untuk penanaman jagung cukup luas yakni kurang lebih 513 hektar

“Kedepan kita akan melakukan sosialisasi lebih baik, intinya jika pasaran jagung hibrida siap maka petani akan siap menanam jagung hibrida karena potensi pemanfaatannya lebih besar,” tukasnya

X

Pin It on Pinterest

X
Share This