Juni, DPRD Busel Agendakan Bahas Delapan Raperda

image_pdfimage_print

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Setelah DPRD Busel menetapkan tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang satud iantaranya Raperda inisiatif DPRD Busel dimasa sidang pertama pada sepekan lalu. Dibulan Juni mendatang hingga September, agenda DPRD dimasa sidang kedua bakal membahas delapan Raperda lagi.

Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPRD Busel La Witiri mengatakan setelah membahas tujuh Raperda yang telah ditetapkan menjadi Perda yakni Raperda tentang hari jadi Pemkab Busel, Raperda tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah, Raperda tentang penanaman modal, Raperda tentang bangunan gedung, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 1 tahun 2017 tentang penyertaan modal Pemda kepada Perusahaan Air Minum (PDAM) Busel, Rapeda tentang pendirian perusahaan umum daerah Kanturu Molagina dan Raperda hak inisiatif DPRD tentang tata cara pembentukan produk hukum daerah.

“Dimasa sidang kedua agenda DPRD dibulan Juni sampai September dijadwalkan bakal membahas lagi delapan Raperda lagi, dua diantaranyaR aperda inisiatif DPRD,” ucap Witiri beberapa waktu lalu

Kedelapan Raperda yang bakal dibahas di DPRD pada masa sidang kedua yang telah diagendakan yakni Raperda pajak hiburan, Raperda tentang retribusi pelayanan kesehatan masyarakat pada pusat kesehatan masyarakat dan jaringanya, Raperda pelayanan kesehatan pada RSUD. Raperda tentang persampahan dan kebersihan, Raperda tentang pertanggungjawaban APBD 2017 dan Raperda APBD-P 2018.

“Sementara Raperda hak inisiatif DPRD penyelengaraan tentang pelayanan publik dan Raperda izin tempat usaha,” katanya

Ditambahkannya, pada dimasa sidang ketiga bulan Oktober sampai dengan Januari 2019, agenda DPRD akan membahas usulan inisiatif Pemda yakni Raperda parkir ditepi jalan umum, raperda retribusi pengujian kendaran bermotor, retribusi pelayanan kepelabuhanan, retribusi pelelangan, Raperda RTRW.

“Sedangkan hak inisitif DPRD Raperda penyelenggaraan penanggulangan bencana, lembaga adat dan pelayanan pendidikan,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This