Perumahan Nelayan Desa Bahari Bakal Ditempati Tahun ini

image_pdfimage_print

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-50 unit Perumahan nelayan yang dibangun akhir tahun 2017 di Desa Bahari Kecamatan Sampolawa, melalui bantuan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) senilai Rp 8,2 miliar dari APBN tahun 2017 yang peresmian peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat bakal ditempati tahun ini oleh masyarakat nelayan Desa Bahari I, II, dan III

Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Baini Ali mengatakan pengerjaan bangunan perumahan nelayan itu telah rampung tahun lalu. Bahkan jaringan instalasi listrik masing-masing unit teah terpasang begitu pula meteran airnya serta isi perabot pendukungnya telah tersedia misalnya mobiler. Direncanakan dipertengahan tahun 2018 ini 50 unit rumah nelayan itu sudah bisa ditempati.

Belum ditempatinya perumahan nelayan paska rampung dibangun, karena fasilitas pendukung seperti jaringan listrik induk dari PLN ke perumahan begitupula jaringan pipa induk PDAM serta akses jalan masuk dan keluar perumahan belum diasapal, karena proyek tersebut dianggarkan dalam APBD 2018 dan proses pengerjaan menunggu hasil lelang

“Tinggal menunggu lelang, dua atau tiga bulan kedepan fasilitas infrastruktur pendukung itu sudah selesai dan perumahan nelayan sudah dapat diresmikan Bupati Buton Selatan serta dapat ditempati warga nelayan, ” kata Baini Ali saat ditemui di ruangannya, belum lama ini

Dikatakannya, jika pengerjaan proyek itu telah selesai sudah dapat ditempati masyarakat nelayan yang telah terdaftar sebanyak 50 kepala keluarga yang tersebar di desa, Bahari I, II dan III. Perumahan nelayan ini telah dilengkapi dengan jaringan instalasi listrik setiap rumah begitu juga instalasi pipanya. Fasilitas lainnya yang sudah tersedia yakni mobiler, misalnya meja makan, kursi serta tempat tidur keluarga

“Sudah lengkap semua tinggal ditempati, perumahan nelayan ini jika dilihat tampak asri karena telah didesain dengan baik,” ucapnya

Menurutnya, bantuan Kementerian PUPR melalui Dirjen Perumahan khusus Kementrian Perumahan merupakan contoh rumah layak huni bahkan diyakini dapat mengurangi pemukiman kumuh, karena pada kondisi realita diperkampungan nelayan identik dengan kekumuhan dan padat. Ini adalah pilot proyek dan setelah itu akan dibangun pula dibeberapa wilayah di Busel yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah

“Kami juga sudah usulkan ke Kementerian, dua wilayah di Busel untuk mendapatkan bantuan ini, yakni Desa Bola, Kecamatan Batauga dan Desa Waindawula, Kecamatan Siompu,” tuturnya

Ditambahkannya, untuk persiapan lahan didua desa tersebut sudah tuntas, tinggal menunggu persetujuan pusat untuk direalisasikan
“Sama dengan di Desa Bahari, di dua desa itu dibangunkan 50 unit rumah layak huni,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This