Puncak Bulan Bakti, KIPM Tanam 18.000 Pohon Mangrove

image_pdfimage_print

Peliput: Prasetio M Editor: Zaman Adha

 

BAUBAU, BP – Puncak peringatan Hari Bulan Bakti, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) kelas II Kota Baubau, akan menggelar penanaman 18.000 bibit mangrove. Penanaman akan dilakukan secara bertahap, hari ini di Kelurahan Lowu-lowu sebanyak 5 ribu bibit mangrove.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala stasiun KIPM kelas II Kota Baubau Arsal saat ditemui awak media usia penanaman bibit mangrove.

” Yang kita rencanakan tanam 18.000 ribu, tapi mungkin nanti bertahap ke depannya, hari ini kita tanam dulu 5000, tapi sudah di sediakan bibitnya 18.000 pohon,” kata Arsal.

Pihaknya melakukan penanaman mangrove, karena berdasarkan penilaian mahasiswa di Kota Baubau, populasi mangrove sudah cukup memperihatinkan. Sehingga pihaknya melakukan penanaman kembali pohon yang memiliki fungsi mencegah abrasi pantai, tsunami dan juga sebagai tempat hidupnya biota laut.

Dalam kegiatan ini, KIPM berkolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, serta melibatkan siswa sekolah dalam penanaman bibit mangrove. Sehingga generasi muda juga memiliki pengetahuan, kecintaan serta kebanggaan terhadap tanaman mangrove di masa depan.

“Kami melibatkan kurang lebih 400 siswa dan siswi SMP dan SD setempat.

Kami berharap, kegiatan penanaman bibit mangrove selain untuk melestarikan kehidupan biota laut, selain itu untuk menanamkan kepada generasi muda tentang manfaat dan pentingnya tanaman mangrove,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Walikota Baubau2 melalui Sekda Kota Baubau Dr Roni Muchtar MPd mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan oleh KIPM Kota Baubau. Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kolaborasi dalam melakukan upaya-upaya penyadaran masyarakat tentang pentingnya pohon mangrove.

“Utamanaya seperti apa yang kita lihat saat ini, adik-adik kita murid SD, siswa SMP, siswa SMA, mahasiswa, penggiat lingkungan, untuk melakukan upaya membangun kesadaran, karena pada akhirnya merekalah pewaris lingkungan hutan mangrove kita,” kata Roni.

Selain kesadaran pentingnya hutan mangrove, kesadaran menjaga ekosistem laut juga dianggap sangat perlu, seperti perusakan terumbu karang, pemboman ikan, racun ikan, yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan pesisir Kota Baubau. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This