Empat Tahun Busel DOB, Dievaluasi Ditjen Otda

image_pdfimage_print

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Buton Selatan telah memasuki tahun keempat menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) setelah memisahkan diri dari Kabupaten induknya, yakni Kabupaten Buton. Ditahun keempat Ditjen Otda Kementerian Dalam Negeri melalui Kasubdit Penataan Daerah Wilayah II Dit PD Otsus dan DTOB Nurbowo Edy S.IP MDev Plg bersama rombongan melakukan evaluasi DOB di Buton Selatan

“Seperti diamanatkan dalam undang-undang pembentukan daerah, setiap tahun paska mekar, daerah itu menjadi DOB maka pemerintah pusat wajib melakukan evaluasi dan pemerintah daerah wajib melaporkan capaiannya,” kata Nurbowo Edy saat ditemui di kantor Bupati Busel, Kamis (3/5)

Dikatakannya, hasil evaluasi setiap tahunnya akan menjadi menjadi bahan kajian pemerintah untuk menentukan kebijakan, bagaimana Pemerintah Propinsi memfasilitasi dan melalukan pembinaan kepada DOB, karena tujuan pembentukan otonomi daerah itu hanya satu yakni mensejahterakan masyarakatnya dan sejauh mana DOB dapat menciptakan hal itu

“Setiap tahun kita lihat progresnya dan kita laporkan kepada

pemerintah, untuk Buton Selatan hasil evaluasinya cukup baik pemerintahannya,” ucapnya

Lanjutnya, memasuki tahun tahun keempat Buton Selatan memang tidak bisa disamakan dengan daerah otonom yang telah lama terbentuk dan sudah maju, tetapi dari sisi progres laju pembangunan dilihat dari 10 aspek capaian pemerintahanyang telah diatur dalam Permen 23 tahun 2010 tentang tata cara pelaksanaan evaluasi perkembangan DOB
yakni pengisian personil, pengisian keanggotaan DPRD, penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, pembiayaan, pengalihan aset, peralatan dan dokumen, pelaksanaan penetapan batas wilayah, penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan, penyiapan rencana umum tata ruang wilayah; dan pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan

” Dalam penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan, kami meminta kepada Bupati untuk menyampaikan tentang pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan lain sebagaianya. Dari kunjungan dibeberapa spot kami melihat cukup menggembirakan untuk daerah yang berumur 4 tahun, sudah punya rumah sakit, puskesmas dan sekolah, semua tinggal kemampuan manajerial kepala daerah saja untuk kemudian meningkatkan dari sekarang ini dan itu menjadi bahan evaluasi kita,” tuturnya

Dari hasil pertemuan ditemukan ada beberapa yang harus dibenahi salah satunya terkait sumber daya manusia (SDM) yang masih terbatas. Keterbatasan ini karena pemerintah pusat masih melakukan moratorium untuk penerimaan CPNS. Pemerintah Buton Selatan dengan kondisi itu harus mensiasatinya dengan bagaimana memanfaatkan SDM yang ada dengan

meningkatkan kompetensinya

“Itu saran saya kepada Bupati tadi SDM perlu dibenahi, dari sisi bagaimana meningkatkan pendanaan atau pemasukan daerah, rekomendasi kita pemerintah daerah harus mulai kreatif mencari potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya

Sementara dari segi sarana dan prasarana pemerintahan pelayanan publik untuk sementara memanfaatkan yang ada dan itu cukup membanggakan karena Bupati cukup berkantor di bangunan yang dulunya adalah kantor kecamatan, sementara mendahulukan membangun rumah sakit dan sebagaianya.

“Artinya orientasi kepala daerah saat ini, sesuai dengan yang diharapkan yakni berorientasi pada upaya kesejahteraan dan pelayanan masyarakat,”

Dia berharap, sebuah daerah otonom ketika bercita-cita membentuk daerah yang otonom tentunya bisa bersaing dari sisi kinerja dengan daerah otonom yang sudah matang. Memasuki sebagai daerah otonom yang sudah tidak lagi baru DOB ini maka harus bisa bersaing dikancah itu secara nasional minimal regional di Sulawesi Tenggara

“Saya harap Buton Selatan bisa setara dengan daerah lain yang sudah terlebih dulu terbentuk,” ujarnya

Sementara Buton Selatan terhapus dari DOB, membutuhkan berapa tahun? kata Nurbowo sebentulnya Swap itu sudah disediakan oleh undang-undang 23 dan 32, penataan daerah itu tidak hanya pemekaraan daerah tetapi penggabungan dan penghapusan daerah otonom, tetapi mekanisme menuju kearah sana sampai sekarang belum ada instrumennya

“kita belum buat karena pertama kita tetap menata dari sisi pemekaran dulu sebenarnya secara alamiah akan terjadi, seperti di Jepang dulu itu dari 2000 sekian daerah otonom itu secara alamiah akhirnya bergabung sendiri, nah itu kita evaluasi, kan masalah otonom baru 18 tahun era otonom daerah, kita evaluasi, apakah sudah memungkinkan terjadi penggabungan itu tetapi sekarang kita tata dulu, kita perbaiki yang sudah kita bentuk. Sesuai dengan cita-cita dan tujuan masing-masing pembentukan daerahnya, semua pembentukan daerah diundang-undang hanya satu tujuannya utama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apakah itu bisa ditujukan oleh Buton Selatan, ini yang akan kita evaluasi setiap tahun,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This