TNC Gelar Training Coral Finder di Kampus AKKP Wakatobi

image_pdfimage_print

 

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Sejumlah dosen yang dinilai berkompeten pada citivitas Akademi Konservasi Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi serta perwakilan instansi terkait mengikuti Training of Trainer Coral Finder. Yang dilaksanakan The Nature Conservancy (TNC), 6 – 9 Mei 2018.
Kegiatan yang juga melibatkan trainer dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu dimaksudkan sebagai wujud komitmen TNC terkait peningkatan kapasitas pemantauan biodisversity dan sekolah konservasi di Wakatobi.
Coral Finder merupakan sebuah alat bantu mengidentifikasi genera karang. Alat tersebut dikembangkan oleh Russell Kelley dari Coral Identification Capacity Building Program.
Beginer Subhan, dosen FPIK-IPB mengungkapkan pelatihan yang diikuti sejumlah dosen AKKP Wakatobi itu, peserta diberikan kunci dasar yang simple sehingga membantu dalam mengidentifikasi karang.
“Bagi para dosen dan pengajar lingkup AKKP Wakatobi, metode ini pada akhirnya juga bisa lebih mudah untuk diajarkan dan dipahami oleh taruna dan taruni Program Studi Konservasi dan Program Studi Pariwisata Bahari,” ungkap Beginer Subhan.
Sementara itu, Rizya Ardhiwijaya, Coral Reef Conservation Specialist – TNC mengatakan bahwa pada intinya selain para dosen bisa mengajarkan kepada taruna dan taruninya. Peserta training juga bisa terlibat dalam pengamatan terumbu karang dengan semakin sering terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) di kawasan segi tiga karang dunia.
“Kemampuan identifikasi genus karang dibutuhkan untuk menilai terumbu karang yang rentan atau tahan terhadap kenaikan suhu permukaan laut,” katanya.
Siti Aisyah Saridu, salah seorang peserta dan dosen AKKP Wakatobi terkesan dengan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan Coral Finder itu sangat menarik dan metode penyajiannya sangat efektif. Karena cara penyampaian materinya mudah dicerna dan tidak monoton.
“Ini adalah pertama kalinya saya mendengar tentang Coral Finder dan ternyata cukup mudah jika dicermati dan diikuti work flownya (alur kerja identifikasi karang). Dari sama sekali tidak paham, sekarang saya bisa membedakan sampai pada level genus karang dengan Coral Finder,” ujar Sitti Aisyah Saridu.
La Ode Muhammad Norsa, mewakili koordinator AKKP Wakatobi menyampaikan terimakasih kepada TNC yang telah berusaha mewujudkan salah satu misi kampus untuk pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta fungsi penelitian dan pendidikan sehingga kedepannya baik pengelola maupun taruna dan taruninya mempunyai standar kompetensi yang lebih baik.
Diakhir pelatihan itu, peserta mendapatkan sertifikat, paket video Coral Finder dan buku Coral Finder oleh TNC dengan harapan bisa menjadi panduan identifikasi karang di Kampus AKKP Wakatobi, BTNW, DKP Wakatobi dan Forum Pulau Wakatobi.
Untuk diketahui pula, sejumlah peserta terlihat semangat mengikuti training selama empat hari itu. Pelatihan terdiri dari dua hari dalam kelas dan dua hari di lapangan plus satu hari membedah toolkit Coral Finder secara sederhana agar mudah untuk diajarkan dan dipahami dengan baik oleh taruna dan taruni AKKP Wakatobi maupun parapihak lainnya.
Pelaksanaan kegiatan materi dalam kelas dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, sementara praktek lapangan dan diving dilakukan di Waha Tourism Center (WTC) Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi.
Pengalaman pelatihan-pelatihan Coral Finder sebelumnya menunjukkan peningkatan lebih dari 80 persen kemampuan peserta dalam identifikasi genera karang. Peningkatan kapasitas dalam identifikasi genera karang diharapkan dapat meningkatkan akurasi hasil monitoring kesehatan karang yang akhirnya berguna sebagai dasar pengelolaan terumbu karang yang adaptif.
Dalam kegiatan itu, tingkat pemahaman peserta dan kemampuan mengidentifikasi karang rata-rata meningkat 73 persen dan peningkatan kemampuan individu mencapai 93 persen. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This