Gempar Tuntut Transparansi Kepengurusan Pengungs

image_pdfimage_print

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Menuntut agar pemerintah daerah buka-bukaan soal kepengurusan pengungsi, Gerakan Mahasiswa Pemerhati Rakyat (Gempar) menggelar aksi damai, senin (14/05).

Aksi yang beranggotakan puluhan mahasiswa itu digelar di beberapa titik, seperti di Pengadilan Negeri dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Baubau.

Ketua Gempar Leo Wabula menilai, kepengurusan pengungsi tidak jelas instansinya. Sedangkan, merujuk pada peraturan Kemetrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI, ada empat instansi yang memperjuangkan pengungsi.

“Kita bingung, peranan ke empat instansi ini sudah sampai di mana memperjuangkan pengungsi,” jelas Leo kepada Baubau Post.

Saat berdiskusi dengan pihak Kesbangpol Kota Baubau, peserta aksi meminta kepada Kesbangpol Kota Baubau untuk menyurati ke empat lembaga tersebut untuk dimintai datanya masing-masing.

“Kita tuntut agar ke empat lembaga tersebut disurati, agar masing data dari lembaga tersebut bisa di verifikasi, lembaga mana yg paling real untuk dijadikan acuan oleh pemerintah,” katanya.

Kesimpulan diskusi tersebut, Kesbangpol Kota Baubau bakal melakukan rapat internal persoalan tersebut, baru kemaudian mengundang aktifis Gempar untuk kembali berdiskusi bersama. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This