Produksi Garam Malige Ditutup, Pemkot Terpaksa Impor Garam

image_pdfimage_print

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Dinonaktifkannya produksi garam malige beberapa bulan lalu oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), berimbas pada kurangnya stok garam di Kota Baubau.

Hal tersebut berdampak pada naiknya harga garam di pasaran serta memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk mengimpor garam.

“Produksi garam malige kan sekarang tidak beroperasi lagi. Makanya harga garam kita sedikit naik, karena kita harus ambil garam dari luar,” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Baubau Ali Hasan, senin (14/05).

Mengantisipasi hal itu, kata Ali Hasan kepada sejumlah awak media, Pemkot Baubau intens mengimpor garam. Dikatakannya, beberapa hari terakhir telah masuk garam ke Kota Baubau sebanyak empat ton yang siap dipasarkan.

“Untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan garam kita, yang baru masuk lagi baru-baru ini sebanyak empat ton,” tuturnya.

Pemkot mengupayakan, stok dan harga garam Kota Baubau tidak mengalami gejolak yang signifikan. “Kita upayakan tetap stabil,” tandasnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This